Peralatan Pantau Gunung Anak Krakatau Rusak

Antara ยท Sabtu, 05 Januari 2019 - 07:52 WIB
Peralatan Pantau Gunung Anak Krakatau Rusak

Erupsi Gunung Anak Krakatau yang terekam beberapa waktu lalu. (Foto: Antara)

LAMPUNG, iNews.id – Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, masih aktif meletus (erupsi). Kendati demikian, intensitasnya mulai menurun, jarak aman ditetapkan radius 5 kilometer (Km) dari kawah.

Kepala Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau (GAK) Andi Suardi mengungkapkan, masyarakat tak perlu resah namun harus tetap waspada. Meski aktif mengeluarkan letusan beserta material dalam beberapa waktu terakhir, kini sudah tidak terdengar lagi suara dentuman atau gemuruh seperti sebelumnya.

Andi juga membenarkan peralatan pantau aktivitas Gunung Anak Krakatau masih mengalami kerusakan dan menunggu perbaikan, sambil memastikan petugas dapat mendarat di lokasi gunung api tersebut. Diharapkan kerusakan peralatan itu segera diperbaiki.

BACA JUGA: Warga Tanjung Lesung Bergiliran Pantau Letusan Gunung Anak Krakatau

Saat ini, pengamatan aktivitas Anak Krakatau dapat dilakukan dari pos pantau di Pasauran, Carita (Banten). Pengamatan ini meliputi prakiraan ketinggian asap akibat erupsi, tanda-tanda fisik ketika awan panas meluncur ke lautan, arah angin yang mempengaruhi abu vulkanis, kepekatan asap karena erupsi dan kondisi cuaca saat pengamatan berlangsung.

“Catatan ini kemudian dikirimkan ke Pos Pengamatan di Pasauran, Carita (Banten) setiap enam jam dalam satu hari. Kami terus berkoordinasi dengan BMKG terkait informasi adanya retakan di lereng gunung,” ujarnya, Sabtu (5/1/2019).

BACA JUGA: Begini Detik-Detik Erupsi 2.000 Meter Gunung Anak Krakatau Siang Tadi

Dia menyarankan, jika memerlukan informasi dipersilakan untuk menghubungi pihaknya atau menanyakannya ke Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). “Kami mengimbau masyarakat tak perlu resah dan tidak terpancing informasi yang tidak jelas kebenarannya, termasuk melalui media sosial (medsos),” ujarnya.

Sebelumnya, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan Gunung Anak Krakatau berada pada status Level III (Siaga) dengan rekomendasi masyarakat maupun wisatawan tidak diperbolehkan mendekat dalam radius 5 km dari kawah.

"Sampai Jumat, aktivitas Gunung Anak Krakatau masih tetap aktif, namun tidak terdengar lagi suara dentuman keras," katanya.


Editor : Donald Karouw