Petugas Gagalkan Penyelundupan 1,2 Ton Daging Celeng dari Sumatera ke Jawa

Sindonews.com, Heri Fulistiawan ยท Selasa, 29 Oktober 2019 - 18:13 WIB
Petugas Gagalkan Penyelundupan 1,2 Ton Daging Celeng dari Sumatera ke Jawa

Ilustrasi daging celeng. (Foto: Istimewa)

BAKAUHENI, iNews.id – Petugas gabungan Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni dan Balai Karantina Pertanian di Seaport Interdiction Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan berhasil menggagalkan penyelundupan 1,2 ton daging celeng, (Selasa, 29/10/2019). Daging celeng asal Sumatera ini rencananya akan diselundupkan ke Pulau Jawa.

Kapolres Lampung Selatan, AKBP M Syarhan mengatakan, pengungkapan penyelundupan ini bermula ketika petugas menghentikan kendaraan truk box bernopol B 9552 BXR. Mobil ini melintas dari arah Sumatera menuju Pulau Jawa.

Petugas langsung memeriksa isi kendaraan dan ditemukan daging celeng yang dibungkus plastik yang dimasukkan ke dalam karung. Semua karung tersebut disimpan ke dalam boks pendingin.

“Saat mengerahui adanya daging celeng, petugas lalu memeriksa kelengkapan surat-suratnya,” kata Syarhan.

BACA JUGA: Penyelundupan Daging Celeng Ilegal ke Solo Berhasil Digagalkan

Penemudi mobil, Faska Nainggolan (32) warga Jalan Tapian, Kecamatan Sibolga Utara, Kota Sibolga, Sumatera Utara tidak bisa menunjukkan surat perjalanan. Oleh petugas, Faska diamankan dan dibawa ke kantor KSKP Bakauheni.

Di hadapan petugas, Faska mengaku disuruh seseorang bernama Sihombing untuk mengambil daging tersebut dari Sumatera Selatan. Rencananya, daging celeng akan dibawa ke Jakarta.

Sihombing yang kini jadi DPO menjanjikan upah sebesar Rp3 juta jika Faska berhasil mengirimnya.

Syarhan mengatakan untuk menekan upaya penyelunduan daging celeng dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa, petugas gabungan akan terus melakukan pemeriksaan secara intensif setiap kendaraan yang akan menyeberang ke Pulau Jawa.

BACA JUGA: 4,6 Ton Daging Celeng Ilegal Dimusnahkan

“Apalagi menjelang akhir tahun, upaya penyelundupan daging celeng dan komoditas pertanian kerap terjadi,” katanya.

Kini barang bukti diserahkan ke Balai Karantina Pertanian. Atas perbuatannya mengangkut daging celeng tanpa memiliki dokumen, pelaku dikenakan Pasal 31 UU Nomor 16 tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan dengan ancaman pidana tiga tahun penjara dan denda Rp150 juta.


Editor : Umaya Khusniah