Polda Diminta Tahan Tersangka Pemalsu Dokumen Lahan Tol Trans Sumatera

Andres Afandi ยท Kamis, 27 September 2018 - 22:41 WIB
Polda Diminta Tahan Tersangka Pemalsu Dokumen Lahan Tol Trans Sumatera

Proyek pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera terus dikebut. (Foto: Antara)

BANDAR LAMPUNG, iNews.id – Kepolisian Daerah (Polda) Lampung dinilai terkesan tidak tegas menjalankan proses hukum dalam perkara pidana pemalsuan dokumen tanah yang terdampak pada lahan proyek nasional pembangunan Tol Trans Sumatera Simpang Pematang Mesuji. Hingga kini, penyidik tidak menahan tersangka atas nama Yusuf.

Kuasa pelapor atas nama SN Suwisma, Purnomo memaparkan, penyidik Subdit II Dit Krimum Polda Lampung tidak melakukan penahanan dengan alasan tersangka kooperatif. Sementara tersangka diketahui beberapa kali tidak menghadiri panggilan penyidik setelah statusnya ditetapkan tersangka.

Purnomo menyayangkan langkah hukum Subdit II Dit Krimum Polda Lampung yang mengulur-ulur waktu dalam proses hukum. Sebab, berdasarkan fakta hukum, Yusuf terbukti melakukan perbuatan pidana memalsukan dokumen atas hak tanah berupa surat keterangan tanah. “Polda Lampung sudah seharusnya melakukan penahanan terhadap tersangka Yusuf,” kata Purnomo, Kamis (27/9/2018).

BACA JUGA: Lahan 5 Hektare Terdampak Tol Trans Sumatera Milik Yusuf Diduga Palsu

Menurut Purnomo, berlarutnya proses hukum terhadap perkara pidana pemalsuan dokumen tanah oleh penyidik Direktorat Kriminial Umum Polda Lampung ini dikhawatirkan berdampak terhadap terhambatnya perkembangan percepatan pembangunan jalan Tol Trans Sumatera. “Padahal, proyek ini menjadi target pencapaian pembangunan infrastruktur oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi),” kata Purnomo.

Perkara pidana dugaan pemalsuan dokumen tanah ini bermula adanya gugatan perdata yang dilakukan oleh Yusuf, warga Tanjung Seneng, Bandar Lampung, ke Pengadilan Negeri (PN) Menggala, pada 15 Januari 2018 lalu. Yusuf mengklaim kepemilikan atas lahan seluas 5,1 hektare (ha) milik warga Margo Rahayu atas nama SN Suwisma, yang memiliki bukti kepemilikan secara sah di mata hukum berupa sertifikat hak milik.

Menyikapi gugatan perdata tersebut, Suwisma kemudian melalui kuasa pelapor dan tim kuasa hukumnya melaporkan Yusuf ke Mapolda Lampung atas dugaan pemalsuan dokumen tanah berupa surat keterangan tanah.

“Kami dari pihak pelapor berharap penyidik Dit Krimum Polda Lampung dapat melakukan proses hukum sesuai undang undang yang berlaku serta segera melakukan penahanan terhadap tersangka,” paparnya.

Sementara itu, tidak ada satupun pejabat utama Polda Lampung yang dapat ditemui untuk memberikan klarifikasi terkait tidak ditahannya tersangka Yusuf oleh penyidik Dit Krimum Polda Lampung.


Editor : Maria Christina