Polda Percepat Penyidikan Kasus Pemalsuan Dokumen Lahan Tol di Mesuji

Andres Afandi ยท Sabtu, 11 Agustus 2018 - 23:33 WIB
Polda Percepat Penyidikan Kasus Pemalsuan Dokumen Lahan Tol di Mesuji

Kapolda Lampung Irjen Pol Suntana menegaskan akan mempercepat proses penyidikan kasus pemalsuan dokumen tanah yang terdampak proyek Tol Trans Sumatera di Mesuji, Lampung. (Foto: iNews/Andres Afandi)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

BANDAR LAMPUNG, iNews.id - Polda Lampung belum menetapkan tersangka terhadap perkara pidana dugaan pemalsuan dokumen tanah yang terdampak proyek pembangunan Tol Trans Sumatera seluas 5,1 hektare (ha) di Desa Margo Rahayu, Kecamatan Simpang Pematang, Kabupaten Mesuji, Lampung. Polisi masih mengkaji dokumen asli berupa surat keterangan tanah (SKT) milik terlapor yang diduga banyak mengalami kejanggalan.

Kapolda Lampung Irjen Pol Suntana mengatakan, berkomitmen akan mempercepat proses penyidikan kasus itu. Polda Lampung sangat mendukung percepatan pembangunan proyek jalan Tol Trans Sumatera. “Yang jelas, polisi dengan pemerintah terkait di sini mendukung terselenggaranya proyek jalan tol agar selesai tepat waktu. Semua cara akan dilakukan polisi,” kata Suntana.

Informasi dari Polda Lampung, Sabtu (11/8/2018), penyidik Subdit 2 Dit Krimum Polda Lampung telah melakukan gelar perkara pada Kamis lalu. Namun, polisi belum dapat menetapkan terlapor atas nama Yusuf sebagai tersangka. Polisi terganjal kelengkapan bukti dokumen asli berupa SKT milik terlapor yang masih harus diuji keabsahannya. Polisi akan melakukan uji laboratorium terhadap keaslian dokumen SKT milik terlapor karena ditemukan banyak kejanggalan.

BACA JUGA: Polisi Segera Tetapkan Tersangka Pemalsuan Dokumen Lahan Tol di Mesuji

Purnomo, kuasa pelapor Suwisma mengatakan, pejabat bersangkutan sudah membantah penerbitan SKT milik terlapor. Keaslian cap stempel kantor pemerintahan setempat serta tanda tangan pejabat yang mengesahkan surat keterangan tanah milik terlapor juga diragukan.

Sementara, pelapor telah memiliki dokumen resmi yang menyatakannya sebagai pemilik 5,1 ha tanah yang terkena proyek pembangunan jalan Tol Trans Sumatera. Pelapor mempunyai SKT yang ditandatangani oleh lurah dan camat setempat pada tahun 1998. Kemudian, pihaknya meningkatkan alas hak itu menjadi sertifikat dan terbit sertifikat pada tahun 2005.

"Ya, bagaimanapun juga, meskipun Polda Lampung belum menetapkan tersangka karena terhambat SKT yang asli, belum ditemukan beberapa waktu lalu, kami tetap mengapresiasi usaha dari Polda Lampung untuk bisa segera menetapkan tersangka dalam kasus dugaan pemalsuan SKT ini,” kata Purnomo, Sabtu (11/8/2018).

Selain akan melakukan uji keaslian terhadap SKT milik terlapor, Subdit II Dit Krimum Polda Lampung juga akan meminta keterangan saksi ahli pidana untuk memastikan penetapan tersangka kasus dugaan pemalsuan dokumen tanah lahan tol Trans Sumatera ruas Terbanggi Besar-Simpang Pematang, Mesuji, Lampung.


Editor : Maria Christina