Puluhan Rumah di Tulang Bawang Lampung Rusak Diterjang Puting Beliung

Supriadi ยท Kamis, 03 Januari 2019 - 18:01 WIB
Puluhan Rumah di Tulang Bawang Lampung Rusak Diterjang Puting Beliung

Kemo menunjukkan rumahnya yang rata dengan tanah setelah diterjang puting beliung di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, Kamis (3/1/2019). (Foto: iNews/Supriyadi)

TULANG BAWANG, iNews.id – Puluhan rumah dan fasilitas umum rusak parah setelah diterjang anging puting beliung disertai hujan deras di Kampung Duta Yoso Mulyo, Kecamatan Rawa Pitu, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung. Namun, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Warga tidak menyangka bencana tersebut melanda kawasan permukiman mereka, Rabu sore (2/1/2019). Musibah itu membuat warga mengalami kerugian mencapai ratusan juta rupiah karena kondisi rumah rusak parah. Bahkan, beberapa rata dengan tanah.

Saat ini, pemilik rumah dibantu aparatur desa mulai membersihkan dan memperbaiki rumah yang rusak. Selain rumah, angin kencang berputar itu juga merobohkan pepohonan di sekitar permukiman warga.

BACA JUGA:

Detik-Detik Dahsyatnya Puting Beliung Belah Teluk Bone di Luwu

Puting Beliung Terjang Cirebon, 1 Balita Tewas dan 165 Rumah Rusak

Salah seorang pemilik rumah yang kondisinya ratah dengan tanah, Kemo, menceritakan, angin kencang datang tiba-tiba disertai hujan dan petir. Beruntung, dia dan keluarganya yang sedang di rumah bisa menyelamatkan diri sehingga tidak ditimpa reruntuhan bangunan.

“Kami baru dari sawah kemarin, tiba-tiba hujan deras dan ada angin kencang. Atap langsung beterbangan. Kami selamat semua, tapi rumah hancur, barang-barang rusak,” kata Kemo, Kamis (3/1/2019).

Sementara Kepala Desa Duta Yoso Mulyo Karto mengatakan, dari pendataan yang dilakukan, puting beliung merusak sebanyak 30 lebih rumah dan fasilitas umum seperti pasar, pertokoan, dan sekolah. Namun, mereka masih terus mendata warga yang menjadi korban.

“Kondisi rumah warga ada yang rusak parah dan rusak sedang. Hingga saat ini kerusakan akibat puting beliung itu juga masih dalam pendataan petugas kampung,” kata Karto.


Editor : Maria Christina