Reka Ulang Kasus Inses di Lampung, Ayah dan 2 Putranya Dihadirkan

Indra Siregar ยท Rabu, 27 Februari 2019 - 17:19 WIB
Reka Ulang Kasus Inses di Lampung, Ayah dan 2 Putranya Dihadirkan

Ketiga pelaku yang terdiri atas ayah, dan dua putranya melakukan reka ulang kasus pencabulan kepada korban AG di Pekon Panggung Rejo, Kabupaten Pringsewu, Lampung, Rabu (27/2/2019). (Foto: iNews/Indra Siregar)

PRINGSEWU, iNews.id – Satreskrim Polres Tanggamus melakukan reka ulang kasus inses atau hubungan sedarah di Pekon Panggung Rejo, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu, Lampung, Rabu (27/2/2019). Polisi menghadirkan tiga pelaku pencabulan, yakni JM (44), SM (24), dan YG (16), dalam rekonstruksi adegan.

Polisi menjaga ketat lokasi reka ulang dan memasang garis polisi di lokasi. Ketiga pelaku berbaju oranye mengenakan masker penutup wajah dan dengan tangan terikat, menunjukkan aksi bejat mereka di rumah sambil dikawal ketat oleh polisi bersenjata.

Sementara masyarakat setempat tampak antusias menyaksikan reka adegan kasus pencabulan yang dilakukan tiga pelaku dalam satu keluarga terhadap remaja AG (18), penyandang disabilitas. Pada umumnya warga kaget dan syok mengetahui kasus itu.

BACA JUGA:

Ayah yang Cabuli Anak Kandung di Pringsewu Lampung Mengaku Menyesal

Adik yang Cabuli Kakak Kandung di Pringsewu Pernah Bersetubuh dengan Hewan

Kasat Reskrim Polres Tanggamus AKP Edi Qorinas ini bertujuan untuk mengetahui kasus pencabulan yang dilakukan oleh ayah dan dua putranya terhadap AG. Dari reka ulang diketahui, sang ayah menyetubuhi putrinya di rumah saat korban sedang tidur.

Sedangkan kakak kandung dan adik kandung korban mencabuli AG di rumah yang lama. Sama seperti ayah mereka, kedua pemuda ini juga memasuki kamar korban yang sedang terlelap tidur, lalu mencabulinya.

“Kami enggak nyangka, ayahnya tega sama anaknya, saudara laki-lakinya juga. Ternyata kejadiannya sudah lama lagi, kami baru tahu sekarang,” kata warga Panggung Rejo, Kentie, yang ikut melihat dari jauh rekonstruksi kasus pencabulan itu.

Warga Panggung Rejo lainnya, Titi mengatakan, warga merasa sangat iba kepada korban AG. Keluarganya justru memanfaatkan kondisinya dengan mencabuli AG.

“Kasihan, anaknya (korban) rajin. Enggak nyangka, pelakunya itu tulang punggung keluarga, terkenal alim juga, yang seorang lagi memang tidak alim,” kata Tuti.

Masyarakat meminta kepada polisi untuk memastikan kasus hukum itu diadili. Menurut mereka, kejahatan yang dilakukan ayah serta dua anaknya itu tergolong sangat bejat dan mereka layak dihukum seberat-beratnya.


Editor : Maria Christina