Sindikat Penipu Bermodus Gandakan Uang Ditangkap di Lampung, Korbannya 42 Orang

Andres Afandi ยท Kamis, 08 Agustus 2019 - 21:37 WIB
Sindikat Penipu Bermodus Gandakan Uang Ditangkap di Lampung, Korbannya 42 Orang

Tiga anggota sindikat penipuan bermodus menggandakan uang ditangkap Polda Lampung, Kamis (8/8/2019). (Foto: iNews/Andres Afandi)

BANDARLAMPUNG, iNews.id – Polda Lampung menangkap tiga anggota sindikat penipuan dengan modus menggandakan uang di Katibung, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Salah satu dari pelaku berperan menjadi dukun palsu. Selama tiga tahun beroperasi, sindikat ini telah menipu sebanyak 42 orang dengan kerugian mencapai miliaran rupiah.

Ketiga tersangka yakni, Retno Lasmini (50) alias Nyai Ratu yang menjadi dukun palsu, dan dua rekannya berinisial SF (49) dan MH (48). Polisi juga menyita sejumlah alat untuk ritual dari kamar rumah pelaku Retno.

Penangkapan ketiga pelaku pada Rabu (7/8/2019), berawal dari laporan yang diterima Polda Lampung dari lima korban. Kelima korban tersebut mengalami kerugian sebesar Rp1,7 miliar.

“Kami menangkap ketiganya dari kediaman masing-masing di wilayah Katibung,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung Kombes Pol M Barly Ramadhani di Bandarlampung, Kamis (8/8/2019).


BACA JUGA: Tipu Polisi, Dukun Palsu di Banyuwangi Diamankan Petugas


Dari hasil pemeriksaan, ketiga pelaku telah melakukan penipuan dengan modus menggandakan uang selama tiga tahun. Para pelaku juga memiliki sejumlah orang untuk membantu mencari korban yang ingin menggandakan uang. Untuk mencari para korbannya, pelaku mendirikan sebuah padepokan.

Para pelaku kemudian meminta para korban yang tergiur untuk menggandakan uang, melakukan ritual. Kepada para korbannya, pelaku mengiming-imingi dengan menjalankan ritual itu, maka uang yang mereka serahkan akan bertambah.

“Pelaku mengaku akan menambahkan uang yang diserahkan korban hingga berlipat-lipat. Tapi faktanya, selama tiga tahun mereka beroperasi, itu belum pernah ada,” katanya.

Barly mengatakan, selama tiga tahun, ketiga pelaku telah menipu puluhan korban dari berbagai latar belakang, mulai dari pegawai negeri sipil (PNS) hingga pejabat. “Jadi korban yang melapor itu ada lima orang, dengan total kerugian Rp1,7 miliar. Tapi setelah kami kembangkan, jumlah korban sudah mencapai 42 orang,” katanya.

Atas perbuatan para pelaku, ketiganya dikenakan dengan pasal 378 tentang Penipuan. Ancaman hukumannya empat tahun penjara.


Editor : Maria Christina