Siswi SMA di Lampung Diduga Dicabuli Guru Honorer hingga Hamil 7 Bulan

Andres Afandi ยท Senin, 09 September 2019 - 12:10 WIB
Siswi SMA di Lampung Diduga Dicabuli Guru Honorer hingga Hamil 7 Bulan

Korban sedang dimintai keterangan polisi terkait dugaan cabul guru honorer. (Foto: iNews/Andreas Afandi).

BANDARLAMPUNG, iNews.id - Seorang siswi SMA di Kabupaten Pesawaran, Lampung, diduga menjadi korban cabul oknum guru honorer. Akibat perbuatan bejat pelaku, remaja kelas X ini hamil tujuh bulan.

Pelecehan ini dialami korban, AA (15) sejak berkenalan dengan pelaku, WN (23) pada Februari 2018 lalu. Mereka memiliki hubungan dekat setelah beberapa pekan kerap berkomunikasi.

Setelah itu, pelaku mulai berani mengajak korban berbuat mesum. Bahkan, WN memaksa AA untuk melayani nafsu bejatnya secara terus menerus. Saat berhubungan badan itulah, WN diam-diam mengambil foto korban dengan ponsel.

BACA JUGA: Perkosa Temannya secara Bergilir, 3 Remaja di Siak Ditangkap Polisi

Bukti-bukti tersebut kemudian dijadikan alat oleh WN untuk mengancam korban. Bila AA enggan melayani keinginannya, foto dan video tersebut akan disebarluaskan.

"Pengakuannya dia (korban) sudah lebih dari 10 kali berhubungan badan dengan WN," kata bibi korban, Hasanah, kepada wartawan di Mapolda Lampung, di Kota Bandarlampung, Senin (9/9/2019).

Korban yang merupakan warga Desa Durian, Kecamatan Padang Cermin ini akhirnya putus sekolah. Dia mengaku malu dengan teman-temannya, karena sudah hamil di luar nikah. Dia juga belakangan ini lebih banyak diam di rumah akibat trauma.

BACA JUGA: Kasus Pemerkosaan dan Pembunuhan Gadis Badui, Polisi: 1 Pelaku Pelajar SMA

Hasanah mengatakan, kasus ini terungkap ketika dia curiga dengan perubahan tubuh keponakannya tersebut. Pelan-pelan dia membujuk korban, hingga akhirnya AA mau bercerita tentang hubungan gelapnya dengan pelaku.

"Pelaku ini sudah memiliki istri dan seorang anak," ujar dia.

Setelah mendapat laporan ini, polisi langsung menyelidiki dugaan pencabulan tersebut. Selain persoalan tindakan asusila pelaku, korbannya juga anak di bawah umur.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal