Siswi SMP Kepergok Bersama Mantan Pacar Dalam Kamar di Lamsel, Sang Ibu Meradang

Heri Fulistiawan ยท Selasa, 23 Juli 2019 - 16:26 WIB
Siswi SMP Kepergok Bersama Mantan Pacar Dalam Kamar di Lamsel, Sang Ibu Meradang

Suasana di pintu depan Mapolres Lampung Selatan. (Foto: iNews/Heri Fulistiawan)

LAMPUNG SELATAN, iNews.id – Seorang siswi SMP dipergoki orangtuanya bersama mantan pacar dalam kamar. Tak terima atas perbuatan tersebut, ibu sang gadis melaporkannya ke polisi.

Informasi yang dirangkum iNews, kasus dugaan pencabulan ini terjadi di Kelurahan Sidodari, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), Provinsi Lampung. Korban yakni gadis SMP berusia 12 tahun yang diduga dicabuli kakak kelasnya berinisial HS (13).

Perbuatan bejat pelaku dilancarkan di rumah korban saat sedang sepi pada Sabtu (20/7/2019). Namun aksinya dipergoki ibu korban yang baru pulang rumah usai beraktivitas.

“Saya masuk ke rumah, dia langsung keluar dari kamar anak saya,” ujar SW, ibu sang gadis.

BACA JUGA: Pembina Pramuka Cabuli 15 Siswanya di Surabaya Mengaku Dendam Pernah Jadi Korban

Saat diinterogasi orangtua korban, pelaku sempat tidak mengakui perbuatan bejat tersebut. Tak percaya, keluarga korban pun melakukan visum ke rumah sakit. Hasilnya terdapat luka robek pada bagian alat kelamin korban.

Persoalan ini menjadi panjang ketika keluarga korban meminta pelaku menghubungi orangtuanya. Begitu tiba, rekan-rekan dan keluarga pelaku justru mengamuk dan menyerang keluarga korban hingga salah satu ada yang menderita luka-luka.

Tak terima atas ulah pelaku yang telah merenggut kehormatan anak gadisnya dan tidak bertanggung jawab, ibu korban pun melapor ke Polsek Sidomulyo. Petugas merespons dan langsung mengamankan pelaku, Senin (22/7/2019). Namun kasus ini dilimpahkan ke Polres Lampung Selatan untuk penanganannya.

“Keduanya baik pelaku maupun korban masih di bawah umur. Mereka pernah menjalin asmara namun sudah putus,” ujar Kapolres Lampung Selatan AKBP M Syarhan, Selasa (23/7/2019).

Polisi menjerat terduga pelaku pencabulan dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2003 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.


Editor : Donald Karouw