Suami Bunuh Istri di Lampung Timur, Begini Kronologinya

Supriyono ยท Selasa, 22 Januari 2019 - 10:18 WIB
Suami Bunuh Istri di Lampung Timur, Begini Kronologinya

Ilustrasi pembunuhan. (Foto: Okezone).

LAMPUNG TIMUR, iNews.id - Hasil pemeriksaan sementara polisi, pembunuhan suami terhadap istrinya di Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung, diawali cekcok mulut. Tersangka sempat merasa tersinggung dengan ucapan korban yang dinilai tak pantas diucapkan seorang istri.

Korban AS (18) tewas bersimbah darah dengan luka gorok pada bagian leher di rumah mertuanya Dusun IV, Desa Mendungan Sari, Kecamatan Sekampung Udik, pada Minggu (20/1/2019) kemarin. Dia diduga tewas oleh suaminya, JU (22).

Kapolsek Sekampung Udik, Iptu Sudarli mengatakan, dari keterangan tersangka JU, peristiwa ini bermula ketika korban AS meminta suaminya mengantar ke rumah orang tuanya di Desa Sidorejo, Kecamatan Sekampung Udik. Ketika itu, JU merasa tidak enak badan, sehingga menolak keinginan istri.

BACA JUGA: Baru 6 Hari Menikah, Suami di Lampung Timur Bunuh Istrinya

"Dari sana terjadi cekcok mulut," kata Sudarli kepada wartawan di Mapolsek Sekampung Udik, Kabupaten Lampung Timur, Lampung, Selasa (22/1/2019).

Setelah terjadi cekcok mulut, ada satu ungkapan yang dinilai menyinggung perasaan JU. Korban yang merupakan istrinya, kata dia, menyebut suaminya gila. Spontan saja, tersangka langsung mencekik korban hingga pingsan. Tak hanya itu, dia juga mengikat leher istrinya dengan kaos oblong.

"Usai itu, dia mengambil sebilah badik dan langsung menggorok leher istrinya tersebut hingga korban tewas bersimbah darah," ujar Kapolsek.

BACA JUGA: Tak Diberikan Password HP, Istri di Lombok Timur Bakar Suami

Mirisnya, AS dan JU merupakan pasangan pengantin baru. Mereka menikah pada 15 Januari lalu, namun hanya berselang lima hari setelah pernikahannya, suami tersebut tega menghabisi nyawa istrinya.

Polisi kini sudah mengamankan JU di Mapolres Lampung Timur. Pantauan iNews, proses penyelidikan berlangsung tertutup. Jenazah AS sendiri sudah dimakamkan keluarga pada Minggu malam.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal