Tanah Longsor Tutup Jalur KA di Waykanan Lampung, Perjalanan Terganggu

Antara ยท Senin, 03 Desember 2018 - 12:57 WIB
Tanah Longsor Tutup Jalur KA di Waykanan Lampung, Perjalanan Terganggu

Ilustrasi kereta api. (Foto: Okezone)

WAYKANAN, iNews.id – Tanah longsor melanda sejumlah titik di Waykanan, Provinsi Lampung. Akibatnya, jalur kereta api di kilometer 168+2/3 antara Petak Jalan (PJ) Blambangan Umpu dan Giham lumpuh tertutup material longsor.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Waykanan, Provinsi Lampung Rusli Arsyad membenarkan informasi tersebut. "Iya bener terjadi longsor di jalur kereta api. Siang ini petugas kebersihan dari pihak PT Kereta Api Indonesia dibantu oleh BPBD membersihkan material longsor tersebut agar jalur dapat dilalui kereta," ujar Rusli saat dikonfirmasi di Blambangan Umpu, Kabupaten Waykanan, Lampung, Senin (3/12/2018).

Menurutnya, longsor terjadi akibat hujan deras beberapa hari terakhir, bahkan hingga Minggu malam hujan cukup deras sampai Senin dini hari. Selain itu, untuk mempercepat pembersihan material longsor, petugas BPBD bersama dengan petugas dari PT KAI membersihkan longsor agar kereta dapat melintas kembali secara normal.

Rusli menjelaskan diperkirakan lebih dari satu sampai dua jam untuk bisa membersihkan tanah longsor di jalur kereta tersebut. "Jadi saat ini jalur tersebut lumpuh total, kereta tidak bisa lewat, bahkan ada satu gerbong kereta babaranjang hampir terguling," ujarnya.

Manajer Humas PT KAI Divisi Regional (Divre) IV Tanjung Karang Sapto Hartoyo mengatakan longsor terjadi pada Minggu (2/12/2018) malam sekitar pukul 23.30 WIB. Menurutnya, longsor tersebut mengakibatkan gerbong 11 Kereta Api Babaranjang, miring.

Untuk membersihkan material longsor tersebut, PT KAI telah mengirimkan regu penolong untuk bisa membantu dan membersihkan tanah akibat longsor tersebut. "Regu penolong tiba di lokasi jam 23.30 WIB, mulai pengerjaan jam 23.35 WIB. Jam 00.25 WIB pengerjaan dihentikan sementara, kondisi tanah labil," ujarnya.

Sapto menjelaskan perkembangan di lokasi km 168+2/3, pembersihan material longsoran akan segera diteruskan dengan eksavator atua beko mini untuk menyingkirkan tanah dari area rel. "Untuk eksavator yang lebih besar tidak bisa digunakan terkendala oleh akses yang tidak bisa merapat ke lokasi km 168 maupun km 164," ucapnya.

Dia mengatakan, hingga saat ini, tim masih melakukan pembersihan di lokasi kejadian. “Tim eksavator sudah mulai bekerja di km 168+2/3 mulai dikerjakan sejak pagi ini sampai dua jam ke depan. Kami meminta maaf kepada seluruh pengguna jasa angkutan kereta api bila keberangkatan dan kedatangan kereta terlambat akibat longsor tersebut” katanya.


Editor : Himas Puspito Putra