Terdakwa Peneror Transmart Bandarlampung Menangis Bacakan Pledoi

Antara ยท Kamis, 08 November 2018 - 12:50 WIB
Terdakwa Peneror Transmart Bandarlampung Menangis Bacakan Pledoi

Ilustrasi teror bom di mal. (Foto: Antara)

BANDARLAMPUNG, iNews.id – Terdakwa kasus teror bom di Transmart, Bandarlampung, Bintang Andromeda (25), menangis saat membacakan pledoi atau pembelaan dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang, Bandarlampung, Kamis (8/11/2018).

Bintang Andromeda yang menyampaikan pembelaan di hadapan majelis hakim, memohon maaf kepada orang tua dan keluarga besarnya. Dia juga meminta maaf kepada seluruh masyarakat Bandarlampung atas perbuatan isengnya tersebut.

“Saya memohon maaf kepada seluruh warga masyarakat Bandarlampung. Saya menyesal karena perbuatan itu telah kehilangan pekerjaan dan mengakibatkan ayah menjadi sakit. Saya menyesal dan memohon agar majelis hakim menjatuhkan hukuman seringan-ringannnya,” kata Bintang sambil menangis.

Sementara dalam pembelaan yang dibacakan oleh David Sihombing kuasa hukum terdakwa Bintang Andromeda menyampaikan, terdakwa telah mengakui perbuatannya yang telah iseng dan mencari sensasi melakukan teror di pusat perbelanjaan Transmart.

“Saya berharap majelis hakim dapat memberikan hukuman seringan-ringannnya terhadap terdakwa Bintang Andromeda yang telah mengakui kesalahannya,” ujarnya.

BACA JUGA:

PN Serang dan Kejari Cilegon Diteror Bom, Peradilan Terganggu

Harkitnas, Wali Kota Surabaya Beri Penghargaan ke Korban Teror Bom

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Andri Kurniawan langsung melakukan replik atau keberatan yang langsung disampaikan kepada majelis hakim, kuasa hukum dan terdakwa. Dalam tuntutannya, JPU menyatakan tetap pada tuntutan semula, dan menyerahkan semua putusan kepada majelis hakim.

“Setelah mendengar pembelaan, dan mendengarkan kesaksian dan fakta-fakta dari saksi ahli, kami masih tetap pada tuntutan semula, dan menyerahkan putusan kepada majelis hakim,” katanya.

Sementara itu Hakim Ketua kasus tersebut, Mansur Bustami menunda sidang sampai 15 November 2018 dengan agenda putusan. Pada sidang sebelumnya, Kamis (1/11/2018), JPU menuntut terdakwa dengan empat tahun penjara. JPU menganggap perbuatan terdakwa telah bersalah secara tanpa hak menguasai, membawa, mempunyai, menyimpan dan menyembunyikan serta menggunakan bahan peledak sebagaimana yang diatur dalam Pasal 1 ayat (1) UU Darurat RI Nomor 12 Tahun 1951.

Perbuatan Bintang Andromeda berawal saat menonton video di media sosial tentang teror bom yang terjadi di Kota Surabaya, Jawa Timur. Ia terinspirasi kemudian merakit bom menggunakan lima buah paku, sepotong kabel, satu buah botol minuman dan tiga petasan.

Kemudian bom tersebut rencana diletakan di tiga pusat perbelanjaan yang ada di Bandarlampung dengan tujuan untuk membuat panik pengunjung. Bom tersebut disebar di Mall Boemi Kedaton, Transmart Lampung dan Mall Kartini. Namun hanya di Transmart Lampung yang terlaksana.


Editor : Maria Christina