Tol Trans Sumatera dan Penyeberangan Merak Siap Layani Mudik Lebaran 2019

Felldy Utama · Selasa, 14 Mei 2019 - 12:17 WIB
Tol Trans Sumatera dan Penyeberangan Merak Siap Layani Mudik Lebaran 2019

Gerbang Tol Natar yang jadi akses masuk melintas Tol Trans Sumatera yang layani pemudik Lebaran 2019. (Foto: Istimewa)

BANDARLAMPUNG, iNews.id – Tak hanya Tol Trans Jawa yang akan menjadi magnet bagi para pemudik menggunakan jalur transportasi darat. Tol Trans Sumatera juga dipastikan siap untuk melayani mudik Lebaran 2019.

Hal ini tampak saat pengecekan kesiapan pelayanan bagi pemudik yang akan menggunakan Jalan Tol Trans Sumatera, termasuk penyeberangan Merak–Bakauheni, Selasa (14/5/2019).

Rute ini menjadi perhatian utama, teristimewa karena pada Lebaran 2019 ini menjadi kali pertama Jalan Tol Trans Sumatera terhubung dari Lampung hingga Sumatera Selatan (Sumsel), melalui ruas Tol Bakauheni-Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung-Palembang.

“Perintah Presiden Jokowi sangat jelas. Dari tahun ke tahun, pelayanan mudik untuk masyarakat harus ada peningkatan. Untuk itulah kami memonitor dan memantau persiapannya supaya dapat berjalan sebaik-baiknya. Termasuk di dalamnya kami mewaspadai potensi macet di Trans Sumatera yang perlu antisipasi,” kata Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Selasa (14/5/2019).


Deputi I Kepala Staf Kepresidenan Darmawan Prasodjo menambahkan, terbangunnya Jalan Tol Trans Sumatera mengubah pola transportasi para pemudik. Lonjakan pemudik melalui jalur darat akan terjadi, baik karena ingin mencoba jalan tol baru dan juga karena masih tingginya biaya angkutan udara.

“Melalui Tol Trans Sumatera, jarak dari Lampung menuju Palembang yang dulu ditempuh 10 hingga 12 jam kini terpangkas menjadi 5 sampai 6 jam saja,” ujarnya.

Darmawan mendapat tugas dari Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko untuk mengoordinasikan dan menyinergikan pengelolaan arus mudik Lebaran 2019. Perencanaan dan persiapan menjelang pelaksanaan arus mudik dan arus balik Lebaran 2019 benar-benar harus dilakukan secara matang, detail dan penuh perhitungan. Hal ini sesuai arahan Presiden Jokowi yang terus menginginkan peningkatan pelayanan publik dari waktu ke waktu.

Di mana sepanjang Senin dan Selasa, (13–14/5/2019), Tim Kantor Staf Presiden bersama Hutama Karya dan Waskita Karya menyusuri Jalan Tol Trans Sumatera. Di mulai dari Gerbang Tol Natar yang berada tak jauh dari Bandara Radin Inten II menuju Pelabuhan Bakauheni, kemudian kembali lagi ke Bandar Lampung hingga ke Palembang.

“Di jalur inilah terdapat ruas Bakauheni-Terbanggi Besar membentang sepanjang 140,7 kilometer dari Lampung Selatan hingga Lampung Tengah. Ini merupakan ruas tol terpanjang yang ada di Indonesia. Sebelumnya, rekor tol terpanjang yang pernah diresmikan Presiden Jokowi yakni Tol Cikopo-Palimanan 116 kilometer,” katanya.

Dalam pengecekan ini, tampak juga di setiap titik telah dipersiapkan rest area atau Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP). Tim KSP memastikan kesiapan penyediaan toilet, air bersih dan juga stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Selain angkutan darat, Darmawan Prasodjo menegaskan, dengan pola transportasi baru ini PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry (Persero) pun memegang peran amat penting.

“ASDP menjadi tulang punggung utama bertemunya dua kekuatan ekonomi Indonesia, Jawa dan Sumatera. Apalagi tahun ini diperkirakan pemudik melalui Merak-Bakauheni meningkat hingga 15 persen,” ucapnya.

Direktur Teknik dan Fasilitas PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) La Mane menjelaskan bahwa pada pelayanan angkutan lebaran 2019 ini, 29 cabang ASDP menyiapkan 229 lintasan, 35 pelabuhan dan 150 kapal.

“Khusus untuk penyeberangan Merak-Bakauheni disiapkan 64 kapal, dengan rincian 8 kapal ASDP dan 56 kapal swasta. Hadirnya dua dermaga eksekutif mengubah wajah penyeberangan kita. Ada mal dan juga garbarata menjadikan dermaga Indonesia tak kalah dengan Singapura,” tuturnya.


Editor : Donald Karouw