Viral, 2 Keluarga di Lampung Timur Lakukan Sumpah Pocong di Masjid karena Sengketa Tanah

Andres Afandi ยท Rabu, 09 Oktober 2019 - 20:55 WIB
Viral, 2 Keluarga di Lampung Timur Lakukan Sumpah Pocong di Masjid karena Sengketa Tanah

Warga melakukan sumpah pocong di salah satu masjid di Desa Tanjungharapan, Kecamatan Margatiga, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung, Selasa (8/10/2019). (Foto: Istimewa)

LAMPUNG TIMUR, iNews.idVideo pelaksanaan sumpah pocong di sebuah masjid di Desa Tanjungharapan, Kecamatan Margatiga, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung, viral di media sosial. Sumpah pocong itu dilakukan dua keluarga yang terlibat sengketa lahan proyek pembangunan Bendungan Way Sekampung.

Aksi ini menuai perhatian warga viral di media sosial. Dalam rekaman video amatir warga, ratusan warga Desa Tanung Harapan menyaksikan aksi sumpah pocong yang dilakukan kedua belah pihak keluarga.

Informasi diperoleh dari warga, sumpah pocong dilakukan pada Selasa (8/10/2019) sore, sekitar pukul 16.00 WIB. Pihak pertama atas nama keluarga Jailani dan tiga orang anggota keluarganya. Sedangkan pihak kedua dari keluarga Sanusi yang datang bersama dua anggota keluarganya. Pengambilan sumpah dipimpin oleh seorang ustaz asal Jakarta.

 

BACA JUGA:

Imparsial : Sumpah Pocong Tak Selesaikan Kasus Pelanggaran HAM 1998

Kakek 74 Tahun Tewas Dibunuh Keponakan di Sumsel, Diduga karena Sengketa Lahan

 

Kedua keluarga ini sepakat melakukan prosesi sumpah pocong karena terlibat sengketa tanah seluas 1,5 hektare (ha). Lahan itu ikut terdampak megaproyek pembangunan Bendungan Way Sekampung dan mendapatkan ganti rugi.

Masalahnya, masing-masing pihak keluarga mengklaim kepemilikan atas lahan tersebut. Seiring waktu, kedua keluarga tak kunjung menemukan jalan keluar atas persoalan sengketa lahan. Akhirnya, mereka sepakat untuk melakukan sumpah pocong.

Warga melakukan sumpah pocong di salah satu masjid di Desa Tanjungharapan, Kecamatan Margatiga, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung, Selasa (8/10/2019). (Foto: Istimewa)

Sementara berdasarkan keterangan salah seorang warga Lampung Timur, langkah warga melakukan sumpah pocong dipicu carut-marut proses ganti rugi lahan terdampak pembangunan proyek bendungan di Lampung Timur. Beberapa warga yang menempuh jalur hukum dalam sengketa lahan untuk mendapatkan ganti rugi dari pemerintah, hingga saat ini belum mendapatkan kepastian hukum.

”Sekarang ini marak sengketa lahan di Lampung Timur, termasuk untuk proyek bendungan itu. Banyak yang sudah masuk ke proses hukum, tapi tidak kunjung selesai,” kata warga Lampung, David, Rabu (9/10/2019).

Meski terkesan ekstrem, langkah sumpah pocong ini merupakan upaya warga untuk menyelesaikan persoalan antara kedua belah pihak keluarga yang bersengketa. Mereka ingin masalah langsung selesai. “Mungkin karena ini lah akhirnya warga memilih untuk sumpah pocong, mereka berharap segera ada solusi, ada kejelasan,” katanya.


Editor : Maria Christina