Viral, Video Siswa SD Dikeroyok Teman-temannya di Bandar Lampung

Andres Afandi ยท Jumat, 15 Maret 2019 - 12:01 WIB
Viral, Video Siswa SD Dikeroyok Teman-temannya di Bandar Lampung

Beberapa anak mengeroyok DSW di sebuah perkebunan di Bandar Lampung. (Foto: iNews/Andres Afandi)

BANDAR LAMPUNG, iNews.id – Video penganiayaan seorang siswa kelas 6 Sekolah Dasar (SD) di Bandar Lampung oleh teman-temannya, viral di media sosial. Orang tua korban akhirnya melaporkan aksi persekusi tersebut ke polisi karena korban mengalami sesak napas dan luka memar di kepala dan tangan.

Dalam video amatir yang awalnya beredar luas melalui WhatsApp tersebut, terlihat tujuh anak-anak terdiri atas siswa SD dan SMP mengeroyok korban berinisial DSW. Anak 13 tahun itu dianiaya di sebuah lahan perkebunan, Selasa sore (12/3/2019).

Menurut pengakuan korban DSW, warga Jalan Padat Karya, Kampung Lingsuh, Rajabasa Jaya, Bandar Lampung, dia dikeroyok oleh RZ, DV, YA, YI, dan AN. Awalnya DSW hanya berkelahi dengan salah satu di antaranya. Setelah itu, para pelaku ramai-ramai menginjak dan memukulinya.

“Saya diadu domba awalnya sama teman, diajak berantam, trus kami berantam berdua. Tiba-tiba saya dikeroyok mereka ramai-ramai. Yang di sana itu ada 12 orang, yang mengeroyok saya empat atau lima orang,” kata DSW saat ditemui, Jumat (15/3/2019).

Tidak terima dengan perbuatan para siswa SD dan SMP tersebut, orang tua korban langsung membuat laporan pengaduan ke Mapolsek Kedaton, Bandar Lampung.

BACA JUGA:

Siswa SMA di Pekalongan Nyaris Buta karena Dikeroyok Teman Sekolahnya

Anaknya Tewas Dikeroyok Pemabuk, Keluarga Korban Bakar Kedai Miras

Orang tua DSW, Hendri Dunan (44), menuturkan, dirinya baru mengetahui putra ketiganya menjadi korban persekusi lima orang temannya setelah diberitahu oleh salah satu kerabatnya. Dia diminta menonton video persekusi yang beredar lewat WhatsApp.

“Saya kaget dikasih tahu anak saya dikeroyok. Saya langsung melapor ke polisi karena putra saya mengalami sesak napas, luka lebam di kepala dan tangan. Anak saya sudah divisum,” kata Hendri Dunan.

Aksi persekusi yang dilakukan geng anak-anak tersebut hingga kini masih ditangani oleh petugas Kepolisian Sektor (Polsek) Kedaton Bandar Lampung. Orang tua korban berharap para pelaku mendapat pelajaran dari kasus tersebut.


Editor : Maria Christina