101 Warga Ambon Terjangkit Rabies Sepanjang 2019, 1 Meninggal Dunia

Antara ยท Selasa, 12 Februari 2019 - 02:55 WIB
101 Warga Ambon Terjangkit Rabies Sepanjang 2019, 1 Meninggal Dunia

Ilustrasi penyakit rabies. (Foto: Okezone)

AMBON, iNews.id – Ratusan warga di Kota Ambon, Maluku, terjangkit penyakit rabies. Satu orang dilaporkan meninggal dunia akibat penyakit yang disebabkan gigitan binatang itu. Pada periode Januari hingga minggu pertama Februari 2019, tercatat 101 kasus rabies terjadi di Ambon.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, Wendy Pelupessy mengatakan, dari 101 kasus, 75 di antaranya telah diberikan suntikan VAR. Pihaknya telah melakukan pelacakan terhadap kasus gigitan lainnya.

"Saat ini stok vaksin rabies di Kota Ambon mencukupi, sehingga petugas terus melakukan pelacakan kepada korban gigitan hewan rabies agar tidak ada warga yang meninggal dunia karena kasus ini," katanya di Ambon, Senin (11/2/2019).

Wendy menjelaskan, selama tahun 2018 sebanyak 839 kasus gigitan, 566 diantaranya telah diberikan suntikan VAR dan dua diantaranta meninggal dunia. "Jumlah kasus di tahun 2018 cukup tinggi, kita berupaya agar di tahun 2019 tidak terjadi peningkatan kasus," ujarnya.

Mengantisipasi terjadinya kasus, pihaknya akan meningkatkan sosialisasi pencegahan gigitan hewan penular rabies. "Kami juga terus mengajak lintas sektor terkait untuk mengurangi kasus gigitan, serta melakukan eliminasi hewan yang tidak dikandangkan," kata Wendy.

Dia mengakui, Wali Kota Richard Louhenapessy telah menginstruksikan pembentukan tim sosialisasi kasus rabies, yang terdiri dari stakeholder terkait melalui penegakan Peraturan Wali Kota Ambon nomor 5 tahun 2022 tentang pengendalian hewan penular rabies.

Penegakan Perwali lanjutnya, akan ditindaklanjuti dengan tindakan tegas bagi pemilik hewan penular rabies yang tidak memberikan hewan peliharaan untuk divaksin. "Kasus rabies bukan hanya tugas petugas kesehatan tetapi seluruh pihak agar Kota Ambon bebas dari gigitan rabies. Kami berharap masyarakat juga memahami, sehingga tidak timbul kasus baru lagi," katanya.


Editor : Himas Puspito Putra