Mural Kebangsaan di Konbes Fatayat NU

Annisa Ramadhani ยท Jumat, 27 April 2018 - 22:50 WIB
Mural Kebangsaan di Konbes Fatayat NU

Menpora Imam Nahrawai bersama Ketua Umum Fatayat NU Anggia Ermarini dan jajaran Fatayat NU menggelar kegiatan bakti sosial di sela-sela Konbes ke-16 di Ambon, Maluku, Jumat (27/4/2018). (Foto: Istimewa).

AMBON, iNews.id - Agenda panjang Konferensi Besar ke-16 Fatayat NU di Ambon, Maluku, tahun ini diisi dengan berbagai kegiatan sarat pesan. Tak hanya mendiskusikan problematika global dan internal, Fatayat NU juga mengagendakan pula kerja-kerja sosial. Aksi ini turut melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat.

Bakti sosial Fatayat NU dibuka Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi di Negeri Batu Merah, Jumat (27/4/2018). Dalam pembukaan acara ini Menpora menyerahkan bantuan peralatan sekolah pada 100 anak.

Menpora yang didampingi Ketua Umum Fatayat NU Anggia Ermarini, kepala dispora Maluku dan jajaran pegawai Pemkot Ambon juga mengunjungi perumahan warga. Menpora bahkan tak canggung turut serta kerja bakti dengan mengecat tembok rumah penduduk.

"Ini baru pertama kalinya ada kegiatan besar ormas perempuan yang turun langsung ke masyarakat dengan bekerja bakti, biasanya kan hanya seminar dan diskusi," kata Menpora.

Bakti sosial ini menargetkan pengecatan pada 100 rumah warga. Tahu rumahnya dibuat lebih indah dan menarik, masyarakat pun menyambut antusias. Mereka bahkan sempat bersalaman dan selfie dengan Menpora.

Di sisi lain, Menpora juga menyempatkan bertemu dengan Komunitas Pemuda Kreatif Ambon di sela-sela kegiatan mereka membuat mural di Jembatan Batu Merah. "Saat kita lelah dan jenuh dengan kondisi politik dan ekonomi negeri ini, seni budaya bagaikan rumah kembali," kata Nahrawi.

Mural yang digoreskan mengandung pesan kebangsaan. Pesan yang disampaikan antara lain "Cinta Tanah Air adalah bagian dari iman". Tampak pula mural wajah beberapa tokoh nasional.

BACA JUGA: Fatayat NU Ingatkan Peran Perempuan di Tahun Politik

"Seni dan budaya menurut saya adalah senjata paling ampuh saat ini untuk kembali menyatukan bangsa dari ancaman perpecahan. Seni bisa menjadi media penyampaian informasi yang bisa diterima semua kalangan" kata Menpora. Dia menambahkan, potensi pemuda perlu terus dikembangkan. Karena itu, fasilitas, kesempatan, dan tempat berkreasi harus disediakan dengan baik.

Ketua Umum Fatayat NU Anggia Ermarini menuturkan, ide mural dan baksos pada agenda Konbes ini benar-benar asli.

"Ini ide yang fresh, berawal dari obrolan di warung kopi bareng sama pengurus Fatayat lainnya. Intinya kita ingin meninggalkan prasasti seni di Ambon setelah perhelatan Konbes ini selesai agar masyarakat terkesan dan terus mengingat Fatayat," kata Anggia.


Editor : Zen Teguh