Cagub Suara Terbanyak Jadi Tahanan KPK, Keluarga Tunggu Proses Hukum

Agus Suprianto ยท Selasa, 03 Juli 2018 - 22:56 WIB
Cagub Suara Terbanyak Jadi Tahanan KPK, Keluarga Tunggu Proses Hukum

Suasana konferensi pers di kediaman AHM di Ternate, Maluku Utara. (Foto: iNews/Agus Suprianto)

TERNATE, iNews.id – Calon Gubernur (Cagub) Maluku Utara Ahmad Hidayat Mus (AHM), yang meraih suara terbanyak versi hitung cepat Komisi Pemilihan Umum (KPU) menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena tersandung kasus korupsi, Senin (2/7/2018). Pihak keluarga mengaku pasrah dan akan menghormati proses hukum.

AHM ditahan KPK sebagai tersangka kasus korupsi proyek pengadaan lahan Bandara Bobong di Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, tahun anggaran 2009. Tim sukses Ahmad Hidayat Mus mengklaim mantan Bupati Kepulauan Sula itu dizalimi oleh kelompok tertentu guna menjegal pencalonannya sebagai gubernur Maluku Utara. Meski demikian, keluarga AHM mengaku pasrah dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

“Segala sesuatu yang dihadapi ini sebagai tambahan ujian untuk memimpin Maluku. Dengan ujian ini, beliau bisa memberikan dirinya bersama Bapak Rifai untuk memberikan yang terbaik bagi Maluku Utara. Kalau proses hukum, kami pasti ikuti,” kata Alien Mus, adik AHM.

Alien Mus yang juga ketua DPD Golkar Maluku Utara dan Ketua DPRD Maluku Utara itu menyampaikan kepada para pendukung dan simpatisan agar tetap mengawal proses perhitungan suara. Para pendukung juga diminta tidak terpengaruh dengan berita-berita hoax yang disebarkan pihak tertentu untuk menjatuhkan AHM.

“Kita bekerja untuk bisa kawal suara ini sampai selesai proses perhitungan suara di KPU provinsi. Kami fokus dengan yang sudah dihadapi Bapak AHM, dengan kuasa hukum. Insya Allah, kami juga dibantu dari pusat juga,” kata Alien Mus.

Hal senada disampaikan Rivai Umar, calon wakil gubernur Maluku Utara yang berpasangan dengan AHM. Dia menyampaikan pesan Ahmad Hidayat Mus agar pendukung dan simpatisan tetap solid serta tidak membuat kegaduhan. Para pendukung juga diimbau tidak terpancing provokasi dari pihak lain.

“Kami tetap solid, karena yang tahu hal cuma beliau dengan Tuhan. Karena itu, selalu beliau dorong kepada kami bekerja sama untuk mewujudkan apa yang beliau cita-citakan, apa yang kita cita-citakan bersama, yakni, perubahan Maluku Utara ke arah lebih baik,” kata Rivai Umar.

Berdasarkan hasil hitung cepat KPU Maluku Utara pada Pilkada Serentak 2018 hingga Jumat lalu, dengan data masuk 99,49 persen, paslon Ahmad Hidayat Mus-Rivai Umar mencatat perolehan 176.019 suara atau 31,94 persen. Menyusul di bawahnya paslon Burhan Abdurahman-Ishak Jamaluddin sebanyak 143.151 suara (25,97 persen), Abdul Gani Kasuba-M Al Yasin Ali sebanyak 167.453 suara (30,38 persen), dan paslon Muhammad Kasuba-A Madjid sebanyak 64.498 suara (11,70 persen).

AHM ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi proyek pengadaan lahan Bandara Bobong di Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, tahun anggaran 2009. Dia diduga melakukan korupsi dengan modus pengadaan proyek fiktif saat menjadi bupati Kepulauan Sula 2005-2010.

Diduga anggaran untuk proyek tersebut sudah dicairkan, kemudian dikorupsi. Kerugian negara berdasarkan pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebesar Rp3,4 miliar.


Editor : Maria Christina