Bantuan Kemanusiaan Suku Mausu Ane dari TNI Tiba di Pulau Seram

Kastolani ยท Selasa, 31 Juli 2018 - 02:47 WIB
Bantuan Kemanusiaan Suku Mausu Ane dari TNI Tiba di Pulau Seram

Dansatgasus Bantuan Kemanusiaan Kolonel Inf Farid menyerahkan bantuan makanan dan obat-obatan kepada masyarakat Suku Mausu Ane yang dilanda musibah kelaparan di Maluku Tengah, Malukul. (Foto: Puspen TNI)

MALUKU TENGAH, iNews.id - Bantuan kemanusiaan untuk masyarakat Suku Mausu Ane yang sedang mengalami musibah kelaparan akibat gagal panen telah tiba di Dusun Siahari dan Desa Morokay, Kecamatan Seram Utara Timur, Kobi, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku, Minggu (29/7/2018).

Bencana kelaparan itu terjadi seteah tanaman pertanian milik warga diserang hama tikus dan dirusak oleh babi hutan. Bantuan bahan logistik di antaranya bahan makanan, obat-obatan, pakaian, kebutuhan anak-anak dan tenda, langsung didistribusikan oleh para personel Satgas Penguatan Bantuan Kemanusiaan untuk masyarakat Suku Mausu Ane.

Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Penguatan Bantuan Kemanusiaan untuk masyarakat Suku Mausu Ane Kolonel Inf Farid mengatakan, bahwa bantuan kemanusiaan tersebut telah diserahkan dan diterima langsung oleh Raja Maneo 43 Nikolas Boiratan dan Yanatoto Boiratan untuk membantu 27 KK (126 orang) Suku Mausu Ane.



“Kami mengantarkan makanan, obat-obatan dan lain-lain adalah untuk memastikan bantuan dari Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, sampai dan diterima langsung oleh Suku Mausu Ane,” kata  Paban V/Ster Mabes TNI itu dalam rilis yang diterima iNews.id, Senin (30/7/2018).

BACA JUGA:

Warga Suku Mausu Ane yang Meninggal akibat Kelaparan Kembali Bertambah

Krisis Pangan di Maluku, 3 Warga Suku Pedalaman Tewas Kelaparan



Kolonel Inf Farid mengatakan bahwa bantuan kemanusiaan dari Mabes TNI adalah untuk memperkuat dan membantu Satuan Komando Kewilayahan setempat dalam hal ini Kodam XVI/Pattimura yang telah mendatangkan bantuan logistik.

“Persit Kartika Chandra Kirana Kodam XVI/Pattimura juga mengajarkan bagaimana cara hidup sehat dan menjaga kesehatan, diharapkan masyarakat Suku Mausu Ane bisa hidup mandiri dan hidup bersih,” ungkapnya.

Kabidpenum Puspen TNI Kolonel Sus Taibur Rahman mengatakan, selain dari Mabes TNI, bantuan kemanusiaan ini juga berasal dari Bantuan Rumah Zakat Bandung, Rumah Zakat Ambon, Badan Amil Zakat Nasional, Dompet Duafa Sulawesi Selatan dan Komunitas Adventure Seram (Kanes).

Sementara itu, jumlah korban akibat kelaparan di pedalaman hutan Seram, Gunung Morkele, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, kembali bertambah satu orang. Dengan demikian, sudah ada empat korban warga suku terasing, suku Mause Ane, yang meninggal dunia akibat krisis pangan sejak awal Juli 2018.

Kepala Dinas Sosial Maluku, Sartono Pinning mengatakan, penambahan jumlah korban meninggal diketahui berdasarkan laporan tim terpadu yang dikerahkan ke hutan Seram sejak 25 Juli 2018. Empat korban yang meninggal yakni, Lusirue (50); Asoka (2 bulan); Aiyoma (4 bulan); dan Laupia (60).


Editor : Kastolani Marzuki