Alasan IDI Pecat dr Terawan

iNews Pagi ยท Kamis, 05 April 2018 - 13:34 WIB
Alasan IDI Pecat dr Terawan

JAKARTA, iNews.id - Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat, Mayor Jenderal TNI dr Terawan Agus Putranto, dipecat keanggotaannya dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Dia diduga telah melanggar kode etik.

Mantan pasiennya yang banyak merupakan pesohor angkat bicara untuk mendukung dokter yang mengusung metode cuci otak. Di antaranya adalah Aburizal Bakrie, Mahfud MD dan Kombes Pol Krishna Murti yang mengungkapkan testimoni positif melalui sosial media.

Saat ini, meski telah dipecat dari IDI, dr Terawan tetap melakukan bimbingan untuk pasiennya.

Salah satunya Anita Kolopaking seorang dosen berusia 54 tahun penderita penyakit serius dibagian dalam kepala selama 10 tahun. Anita kini menjadi salah satu pasien dari dr Terawan.

dr Terawan adalah pencipta penyembuhan untuk pasien stroke dengan metode cuci otak atau brain washing dan program digital subtraction angiography (DSA).

Dua metode ini sudah dikembangkan dr Terawan sejak tahun 1990-an, bahkan metode ini digadang-gadang bisa menyembuhkan pasien stroke hanya dalam waktu 4 hingga 5 jam saja pasca operasi.

Sebenarnya teknik brain washing dan DSA sangatlah sederhana mirip dengan cara membersihkan saluran gorong-gorong yang tersumbat. Menurut dr Terawan, stroke terjadi karena sumbatan darah di otak atau stroke iskemik sehingga darah tak mengalir dengan lancar.

Namun pekan ini, IDI memberi saksi pemecatan keanggotaan sementara selama satu tahun kepada dr Terawan karena dinilai melanggar kode etik kedokteran. IDI menilai dr Terawan tidak mau memberikan penjelasan di forum ilmiah kepada sesama sejawat kedokteran. Metode ini lantas mendapat penolakan dari IDI karena diduga ada salah kaprah dan melanggar kode etik.

 

Video Editor: Teza Ramananda


Editor : Dani Dahwilani