Pembunuhan Sadis Gegerkan Warga Halmahera Utara, Diduga Dipicu Dendam

Antara ยท Selasa, 21 Agustus 2018 - 20:08 WIB
Pembunuhan Sadis Gegerkan Warga Halmahera Utara, Diduga Dipicu Dendam

Pembunuhan sadistis terjadi di Halmahera Utara, Maluku Utara. (Foto: ilustrasi)

TERNATE, iNews.id - Kasus pembunuhan sadis di Desa Katana, Kecamatan Tobelo Timur, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Selasa (21/8/2018), sekitar pukul 01.00 WIT menghebohkan warga setempat.

Pelaku Ferdison Kapita tega menghabisi nyawa Hein Madnandiu (46) saat sedang tertidur di kamarnya. Tragisnya, pembunuhan itu dilakukan di depan istri korban, Adriana.

Kepada polisi, Adriana mengakui, saat itu dia mendengar suara langkah kaki yang masuk ke dalam rumah. Dia terbangun dan mencoba melihat, ternyata pelaku masuk ke dalam rumah secara diam-diam langsung menuju ke dapur dan mengambil parang milik Hein Masnandifu.

“Kemudian Ferdison menggunakan parang milik korban untuk membunuh dalam kondisi korban sedang tertidur nyenyak,” ujar Adriana.

Melihat kejadian itu, istri korban langsung melarikan diri keluar rumah dan meminta tolong. Pelaku mencoba mengejar, namun saksi berhasil melarikan diri. Sementara masyarakat Desa Katana yang mendengar suara teriakan minta tolong dan melihat korban sudah tergeletak.

Kades Katana Kristofel Kutani mengatakan, usai membunuh korban, pelaku panik lalu mencoba melarikan diri, namun aksinya berhasil digagalkan masyarakat Desa Katana. “Pelaku langsung dibawa ke rumahnya untuk diamankan sementara, sebelum dijemput oleh polisi,” ucapnya.

Kapolsek Tobelo Timur Iptu J Sariwating mengatakan, setelah mendapat laporan masyarakat terkait kasus pembunuhan itu petugas Satreskrim langsung meluncur ke lokasi dan mengamankan pelaku untuk dibawa ke Mapolres Halmahera Utara sekitar pukul 05.30 WIT.

"Tempat kejadian perkara itu merupakan rumah korban, dan saat ini sudah dipasang garis polisi. Nantinya olah TKP dilakukan oleh Sat Reskrim Polres Halmahera Utara. Pelaku juga sudah diamankan beserta barang bukti, untuk penyelidikan lebih lanjut," ujarnya.

Kapolsek mengatakan, sebelum pelaku Ferdison Kapita (30) dievakuasi, sekitar pukul 02.00 WIT, korban dibawa ke RSUD Tobelo untuk dilakukan visum et repertum dengan menggunakan mobil pikap dan dikawal empat orang personel Polres Halmahera Utara.

"Motif pembunuhan ini, sementara diduga dilakukan pelaku karena dendam terhadap korban, sehingga pelaku tega melakukan pembunuhan sadis menggunakan senjata tajam," katanya.

 


Editor : Kastolani Marzuki