Pegawai Honorer Pemprov Maluku Ditangkap Densus 88, Ini Kata Sekda

Antara ยท Senin, 27 Agustus 2018 - 16:42 WIB
Pegawai Honorer Pemprov Maluku Ditangkap Densus 88, Ini Kata Sekda

Polisi berjaga saat penggeledahan di rumah salah satu terduga teroris. (Foto: Antara/Adeng Bustomi).

AMBON, iNews.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku mengakui seorang oknum pegawai honorer di lingkungannya telah ditangkap tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri. Terduga teroris tersebut berinisial Yud diketahui sudah menjadi pegawai honorer sejak 2015.

"Saya baru menerima pesan singkat dari Plt Kesbangpol Setda Maluku, Sam Sialana tetapi sampai hari ini belum ada informasi yang rinci dan hanya dibilang bahwa honorer berinisial Yud untuk sementara menjalani penahanan," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Maluku Hamim bin Tahir di Ambon, Senin (27/8/2018).

Hamim menjelaskan tidak mengetahui secara rinci lokasi penahanan terduga teroris itu dan belum ada kejelasan mendetail sebab Plt Kepala Kesbang Pol masih berada di Kota Tual. “Dia bukan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan kalau terlibat otomatis dipecat karena tidak mungkin mempertahankan orang yang diduga terlibat kasus seperti itu. Dia baru sebatas pegawai honorer dan tidak terikat dengan aturan birokrasi," ujarnya.

Menurutnya, masih ada asas praduga tak bersalah dan pemprov akan menunggu kepastian hukum dari polisi. "Karena merupakan pegawai honor maka akan ditindaklanjuti kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dimaksud, dan sejauh ini belum ada laporan resmi dari institusi yang diduga melakukan penangkapan dan penahanan ke Sekda Maluku," kata dia.

Seperti diketahui, Yud diciduk anggota Densus 88 Antiteror Mabes Polri di depan toko sentral kawasan Jalan Yan Pais Kota Ambon, Jumat (10/8/2018) lalu sekitar pukul 12.30 WIT. Saat itu dia sedang ditugaskan bersama salah satu Kasubdit Kesbangpol untuk melihat alat komputer.


Editor : Muhammad Saiful Hadi