3 Bocah di Maluku Tengah Tewas Tenggelam Terseret Ombak di Pantai Wayari

Antara ยท Rabu, 29 Mei 2019 - 01:32 WIB
3 Bocah di Maluku Tengah Tewas Tenggelam Terseret Ombak di Pantai Wayari

Ilustrasi tewas tenggelam. (Foto: Istimewa)

AMBON, iNews.id – Peristiwa pilu terjadi di kolam bekas tambang galian C yang bermuara ke Pantai Wayari, Kecamatan Salahutu Pulau Ambon, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Tiga bocah yang sedang berenang tewas tenggelam terseret ombak ke tengah laut, Selasa (28/5/2019).

Identitas ketiga korban meninggal yakni Michela Selempang (8), Aditia Suitela (9) yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD, serta Priska Nanlohy (12), seorang siswi SMP.

"Peristiwa nahas ini menimpa ketiga bocah saat mereka sedang berenang di Pantai Wayari (Desa Suli) pukul 15:00 WIT," ujar Kasubag Humas Polres Pulau Ambon Ipda Julkisno Kaisupy, Selasa (28/5/2019) malam.

BACA JUGA: Mandi di Saluran Irigasi, 3 Warga Kebumen Tewas Tenggelam

Julkisno menjelaskan, kronologi kejadian berawal saat saksi Adriana Nanlohy dari rumah yang berada di RT 042 Dusun Wayari membawa anaknya Priska Nanlohy (korban), Michel dan Aditia untuk pergi mencari bia di Pantai Wayari pukul 14.00 WIT.

Setiba di pantai, mereka pun mencari bia bersama. Tetapi selang beberapa menit para korban meminta ijin untuk mandi atau berenang di pantai. Saksi Andriana baru sadar jika ketiga korban terseret ombak saat mendengar teriakan minta tolong dari mereka.

"Saat itulah saksi baru tahu anaknya bersama kedua teman yang berenang telah tenggelam. Dia panik dan meminta tolong, selanjutnya ketika warga membantu menyelamatkan para korban, mereka sudah dalam kondisi meninggal dunia," kata Julkisno.

Saksi lainnya William Alerbitu (56) mengatakan, ada empat anak yang tenggelam, termasuk anaknya bernama Nolen Alerbitu. Dia langsung berusaha menolong keempat anak tersebut, namun hanya seorang anak saja yang berhasil diselamatkan, sedangkan tiga lainnya sudah terseret ombak ke tengah laut. Dia kemudian berusaha mengambil perahu untuk menyelamatkan ketiga teman korban, namun terlambat karena mereka sudah meninggal dunia.


Editor : Donald Karouw