800 Warga Morotai di Malut Mengungsi akibat Gempa, Ini Penjelasan BMKG

Okezone ยท Jumat, 08 Februari 2019 - 07:45 WIB
800 Warga Morotai di Malut Mengungsi akibat Gempa, Ini Penjelasan BMKG

Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id – Sedikitnya 800 warga di Morotai Timur dan Utara, Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara (Malut), mengungsi akibat gempa berkekuatan 5,3 skala richter (SR) yang terjadi Kamis (7/2/2019) pukul 17.03 WIB. Tak hanya di Morotai, gempa berkekuatan di atas 5,0 SR juga kerap mengguncang sejumlah wilayah lainnya seperti Mentawai dan Gorontalo.

Merespons kejadian tersebut, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menegaskan jika daerah-daerah tersebut memang merupakan kawasan rawan gempa.

Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Daryono mengungkapkan, gempa yang terjadi di wilayah-wilayah tersebut dianggap sebagai kejadian yang wajar dan normal.

"Sebenarnya aktivitas gempa yang disebut itu masih dalam taraf normal," ujar Daryono, Kamis (7/2/2019).

BACA JUGA: Diguncang Gempa 5,3 SR, Ratusan Warga Morotai Maluku Utara Mengungsi

Dia mengatakan, wilayah Morotai, Gorontalo dan Mentawai, itu semua memang kawasan sumber gempa aktif sehingga wajar kalau sering terjadi gempa. “Justru kalau tidak terjadi gempa malah berbahaya karena ada sumber gempanya kok tidak gempa," ucapnya.

Daryono menjelaskan, jika daerah yang memiliki titik gempa namun tidak mengalami guncangan akan membuat potensi akumulasi yang dikhawatirkan mengakibatkan kekuatannya menjadi sangat besar.

"Kalau sumber gempa potensial tidak aktif ya malah menjadi seismic gap. Yaitu potensi tapi menjadi zona sepi. Artinya sedang membangun akumulasi, nabung tegangan malah bisa terjadi gempa besar. Setiap aktivitas gempa asalkan tidak merusak patut kita syukuri, karena itu wujud pelepasan (release) energi," kata Daryono.

Diketahui, rentetan sejumlah gempa terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Teranyar yakni gempa yang mengguncang Pulau Morotai, Kamis (7/2/2019). Data BNPB, Lebih 800 jiwa mengungsi yaitu di Kecamatan Morotai Timur dan Utara. Sedikitnya 500 jiwa mengungsi ke tempat yang aman di Morotai Timur dan lebih dari 300 jiwa di Kecamatan Morotai Utara.


Editor : Donald Karouw