Gempa Tektonik 5 Skala Richter Guncang Maluku Tenggara Barat

Antara ยท Senin, 16 April 2018 - 12:12 WIB
Gempa Tektonik 5 Skala Richter Guncang Maluku Tenggara Barat

Ilustrasi gempa tektonik. (Foto: Okezone)

AMBON, iNews.id - Gempa tektonik berkekuatan 5 Skala Richter (SR) mengguncang kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) pada Senin (16/4/2018) pagi. Gempa dirasakan terjadi sekitar pukul 07.40 WIT, dan dinyatakan  tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan, titik pusat gempa berada pada 6.49 LS - 130.03 BT atau 187 KM Barat Laut kabupaten MTB. Kedalaman gempa yakni mencapai 159 kilometer dibawah laut, sebagaimana dilansir dari Antara, Senin (16/4/2018). 

Dampak gempa bumi yang digambarkan oleh modelling peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG, dirasakan lemah di Pulau Serua -Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD). Jika ditinjau dari kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat aktivitas Subduksi Banda. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut dibangkitkan oleh aktivitas sesar turun.

Berdasarkan catatan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan, Maluku termasuk salah satu daerah yang rentan dan rawan terjadi bencana alam berupa gempa tektonik yang dapat menimbulkan kerusakan berat, termasuk terjadinya tsunami. Maluku berada pada pertemuan tiga lempeng besar, yakni Pasifik, Indo Australia, dan Eurasia. Lempeng Indo Australia masuk ke bawah Eurasia, bertemu dengan Lempeng Pasifik sehingga mengakibatkan patahan yang tidak beraturan.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Tim peneliti BNPB bersama UNESCO, beberapa daerah di Maluku yang tergolong rawan gempa di antaranya Seram Bagian Utara, Kabupaten Maluku Tengah, mengingat sebagian besar patahan di bawah laut berada di daerah tersebut.

Jika gempa besar melanda daerah Seram utara, diperkirakan dapat menimbulkan gelombang pasang dengan ketinggian antara 10-15 meter, sehingga perlu dilakukan langkah-langkah antisipasi. Sedangkan, Kota Ambon dan Pulau Ambon, Pulau Haruku dan Pulau Saparua sesuai data BNPB kemungkinan tsunami dapat terjadi dengan ketinggian antara tiga hingga delapan meter.


Editor : Himas Puspito Putra