Amankan Ricuh Judi Sabung Ayam, 1 Polisi di Maluku Utara Tewas

Antara ยท Senin, 25 November 2019 - 18:23 WIB
Amankan Ricuh Judi Sabung Ayam, 1 Polisi di Maluku Utara Tewas

Ilustrasi polisi. (Foto: Istimewa)

TERNATE, iNews.id – Judi sabung ayam berakhir maut terjadi di Kepulauan Sula (Kepsul), Provinsi Maluku Utara (Malut). Seorang anggota Polsek Taliabu Barat Bripka La Ode Syaifuddin dari jajaran Polres Kepulauan Sula (Kepsul), tewas akibat luka aniaya senjata tajam di lokasi kejadian.

Selain polisi, dua warga juga tewas dalam peristiwa tersebut, yakni Saharuddin dan Samiruddin (sebelumnya disebutkan anggota polisi). Sementara satu korban, Damalia mengalami luka berat.

"Dalam kasus ini, polisi sudah lakukan olah TKP dan memeriksa lima orang saksi dari masyarakat dan lima dari anggota," ujar Kabid Humas Polda Malut AKBP Adip Rojikan, Senin (25/11/2019).

Petugas di lapangan juga menyita beberapa senjata tajam yang digunakan kedua pelaku untuk menyerang anggota. Mereka yakni La Bomba bersama dan Darno.

Adip menjelaskan, kronologi kejadian berawal saat judi sabung ayam di kebun percontohan, Desa Nggele, Kecamatan Taliabu Barat, Kabupaten Pulau Taliabu, Jumat (22/11/2019) pukul 16.30 WIT.

Saat itu, La Bomba dan La Darno sedang menyabung ayam dan terjadi kesalahpahaman antara keduanya tentang posisi judi draw (imbang) atau lanjut. La Bomba kemudian melemparkan ayam miliknya yang masih bertaji dan mengenai La Darno hingga melukainya. Namun La Darno tidak bereaksi.

La Bomba justru semakin emosi dan mencabut badiknya. Dia mengancam La Darno untuk terus melanjutkan permainan judi sabung ayam.

Saat itu, ada anggota Polsek Taliabu Barat bernama Bripka La Ode Syaifuddin yang melintas. Awalnya anggota berniat mengamankan dan melerai dengan melepaskan tembakan ke udara.

La Bomba kemudian melarikan diri dan suasana arena sabung ayam yang dipenuhi sekitar 100 orang menjadi ricuh. La Darno pulang ke rumah mengambil senjata tajam dan kembali ke arena hingga terjadi penikaman yang mengenai keempat personel Polsek Taliabu Barat.

“Saat ini Kapolres Kepulauan Sula AKBP Muh Irvan sudah di lokasi untuk penanganan kasus. Jenazah yang meninggal dunia sudah dimakamkan, sedangkan korban luka berat dirujuk ke RS Baubau, Sulawesi Tenggara,” kata Adip.

Hasil olah TKP, dua orang ditetapkan tersangka. Yakni La Bomba dan La Darno, dia disangkakan dengan Pasal 338 KUHP dan atau Pasal 351 ayat (3) jo Pasal 64 KUHP dan UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951.


Editor : Donald Karouw