Belum Ada Laporan Korban Jiwa dalam Gempa di Sulut dan Maluku Utara, Warga Lari ke Hutan

Antara ยท Jumat, 15 November 2019 - 10:25 WIB
Belum Ada Laporan Korban Jiwa dalam Gempa di Sulut dan Maluku Utara, Warga Lari ke Hutan

Warga korban gempa Maluku berada di tenda yang dibuat secara mandiri di Negeri Oma, Pulau Haruku, Maluku, Selasa (1/10/2019). Hingga kini, warga bertahan di pengungsian karena gempa susulan masih terus mengguncang Maluku. (Foto: Antara)

TERNATE, iNews.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku Utara menyebut belum ada laporan terkait kerusakan maupun korban jiwa pascagempa bermagnitudo 7,1 dan guncangan susulan sepanjang Jumat (15/11/2019) dini hari. Warga melarikan diri ke dataran tinggi, bahkan hingga ke hutan karena takut ancaman gelombang tsunami.

"Sejauh ini, belum ada laporan kerusakan infrastruktur maupun korban jiwa. Tetapi kami terus meng-update informasi terkini," kata Sekretaris BPBD Maluku Utara, Ali Yau, kepada wartawan di Kota Ternate, Jumat (15/11/2019).

BACA JUGA: 74 Gempa Susulan, Ini Deretan Guncangan Bermagnitudo Kuat Sulut dan Maluku Utara Hari Ini

Pihaknya juga meminta BPBD kabupaten/kota tetap memantau perkembangan terkini pascagempa. Walau hingga kini belum ada laporan terkait kerusakan maupun korban jiwa. Masyarakat juga diminta tetap tenang dan jangan panik dalam menghadapi gempa bermagnitudo kuat seperti kemarin malam.

Sejumlah warga di pesisir pantai di Kota Ternate dan sejumlah kabupaten/kota terdampak gempa tampak langsung menyelamatkan diri ke lokasi ketinggian. Mereka khawatir gempa bermagnitudo 7,1 ini menyebabkan tsunami.

"Saya bersama tetangga lainnya bisa kembali ke rumah setelah mendapatkan informasi resmi dari BMKG dan pemda setempat bahwa peringatan tsunami sudah diakhiri, tapi tetap masih sedikit cemas," kata seorang warga Jahra.

BACA JUGA: Pascagempa di Sulut dan Maluku Utara, 2 Daerah Ini Terkena Hantaman Tsunami Kecil

Saat gempa terasa kuat pada Kamis malam kemarin, dia mengatakan, banyak warga yang langsung menuju lokasi pengungsian di dataran tinggi. Sebagian menuju ke hutan, dan ada juga yang ke kawasan Kampus Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) Ternate dan Universitas Khairun (Unkhair).

BMKG mencatat, telah terjadi 79 kali gempa susulan hingga pukul 09.00 WITA setelah gempa utama magnitudo 7,1 yang terjadi di Jailolo, Provinsi Maluku Utara pada Jumat dini hari tadi.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal