Beredar Kabar Pulau Ambon, Seram, dan Lease Akan Tenggelam ke Palung Banda, Ini Kata BMKG

Antara, Ilma De Sabrini ยท Senin, 14 Oktober 2019 - 15:21 WIB
Beredar Kabar Pulau Ambon, Seram, dan Lease Akan Tenggelam ke Palung Banda, Ini Kata BMKG

Ilustrasi gempa bumi. (Foto: Okezone)

AMBON, iNews.idGempa bumi yang belakangan terus mengguncang wilayah Kota Ambon dan sekitarnya di Provinsi Maluku, membuat sejumlah rumor beredar. Salah satunya menyebutkan Pulau Ambon, Seram, dan Lease, akan masuk ke dasar Palung Banda atau tenggelam.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan, kabar yang beredar itu tidak benar. Palung Banda terbentuk karena proses tumbukan lempeng Indo Australia dan lempeng Euroasia sehingga membentuk lipatan-lipatan di dasar laut.

“Untuk posisi Palung Banda tidak menyentuh Pulau Ambon dan Lease sehingga informasi yang beredar di masyarakat bahwa wilayah ini akan tenggalam adalah informasi sesat yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Pusat Gempa Regional IX Ambon, Andi Azhar Rusdin di Ambon, Senin (14/10/2019).

 

BACA JUGA:

Gempa Susulan Masih Guncang Ambon, Sekolah Diliburkan 10 Hari

Warga Maluku yang Mengungsi Terus Bertambah Gara-Gara Percaya Hoaks Tsunami

 

Andi Azhar mengatakan, kekhawatiran masyarakat muncul karena memang ada desa di Tanjung Elpaputih yang pernah tenggelam akibat patahan. Namun, sebenarnya itu akibat gempa bumi tektonik yang besar di Pulau Seram. Saat itu, terjadi gelombang air pasang atau tsunami dan ada pelepasan materiel atau longsoran dalam bentuk yang sangat besar.

Dia juga mengatakan, siklus gempa bumi tektonik yang melanda di Pulau Seram atau dikenal dengan gempa Elpaputih yang mengakibatkan terjadi longsoran hingga menenggelamkan sebuah kampung, membutuhkan waktu sangat lama.

“Gempa Elpaputih itu terjadi pada 30 September 1899 dengan kekuatan Magnitudo 7,0 saat itu. Hingga sekarang belum terjadi lagi gempa yang besar di wilayah tersebut,” kata Andi.

Menurut Andi, mengenai kemungkinan siklusnya berulang, terkait dengan proses geologi. Proses yang terjadi saat ini merupakan cerminan masa lampau dan akan terulang lagi. “Jadi siklus untuk peristiwa di Elpaputih dengan kekuatan yang sama bisa terulang, tetapi butuh waktu yang lama,” ujarnya.

Diketahui, pascagempa bumi Magnitudo 6,5 pada 26 September lalu, Kota Ambon dan sekitarnya masih diguncang gempa susulan. Berdasarkan data dari BMKG, Senin (14/10/2019) pukul 01.45 WIB tadi, Ambon diguncang gempa Magnitudo 3,6.

Episenter gempa bumi berlokasi di titik koordinat 3,60 Lintang Selatan (LS) dan 128,29 Bujur Timur (BT). Pusat gempa berada di darat 18 km arah Timur Laut Ambon. Sementara kedalaman gempa bumi 10 km. Getaran dirasakan dalam skala intensitas III MMI di Ambon.


Editor : Maria Christina