BMKG: Gempa Bumi M5,1 yang Guncang Ambon bagian dari Gempa Susulan sejak 26 September

Ilma De Sabrini ยท Selasa, 12 November 2019 - 20:20 WIB
BMKG: Gempa Bumi M5,1 yang Guncang Ambon bagian dari Gempa Susulan sejak 26 September

Peta guncangan gempa bumi yang melanda Ambon, Provinsi Maluku, Selasa (12/11/2019), pukul 17.10 WIB. (Foto: IST)

JAKARTA, iNews.idGempa bumi kembali mengguncang Kota Ambon, Provinsi Maluku, Selasa (12/11/2019), pukul 17.10 WIB. Hasil analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa berkekuatan Magnitudo 5,1 itu masih merupakan bagian dari rangkaian aktivitas gempa bumi susulan.

Diketahui, Ambon dan sekitarnya diguncang gempa bumi M6,5 pada 26 September silam. Hingga kini, gempa susulan masih terus terjadi di wilayah ini.

Dari situs BMKG, pascagempa M5,1, Ambon sudah beberapa kali diguncang gempa susulan, masing-masing M3,3 pada pukul 17.18 WIB; M2,7 pada pukul 17.30 WIB; M2,6 pada pukul 17.33; M3,5 pukul 18.01 dan M3 pada pukul 18.50 WIB.

“Sejak tanggal 26 September 2019, telah tercatat aktivitas gempa bumi susulan sebanyak 2.140 kejadian,” kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono dalam keterangan yang diterima, Selasa malam.

 

BACA JUGA:

Gempa Bumi Magnitudo 5,1 Guncang Ambon, Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa Bumi Hari Ini Magnitudo 5,9 Guncang Maluku Utara

 

Episenter gempa M5,1 yang terjadi pukul 17.10 WIB tadi terletak pada koordinat 3,49 Lintang Selatan (LS) dan 128,35 Bujur Timur (BT), atau tepatnya berlokasi di darat, pada jarak 29 km arah Timur Laut Kota Ambon, Maluku. Sementara kedalaman 10 km.

Rahmat mengatakan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi M5,1 yang terjadi merupakan jenis dangkal akibat adanya aktivitas sesar lokal. “Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan mendatar atau strike slip,” katanya.

Guncangan gempa bumi ini dirasakan di daerah Ambon dan Kairatu dalam skala intensitas IV MMI. Artinya, pada siang hari akan dirasakan oleh orang banyak dalam rumah. Sementara di Liang dirasakan dalam skala intensitas III MMI atau getaran dirasakan nyata dalam rumah dan terasa getaran seakan akan truk berlalu.

“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” kata Rahmat.

 

BACA JUGA: Pengungsi Gempa Ambon Terserang ISPA dan Hipertensi, 45 Posko Kesehatan Disiagakan

 

BMKG merekomendasikan kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Hindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa. Selain itu, periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa atau tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke rumah.

“Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi,” kata Rahmat.


Editor : Maria Christina