BNNP Malut Tangkap 4 Orang Jaringan Narkotika, 1 di Antaranya Caleg NasDem

Ismail Sangaji ยท Rabu, 29 Mei 2019 - 02:05 WIB
BNNP Malut Tangkap 4 Orang Jaringan Narkotika, 1 di Antaranya Caleg NasDem

BNNP Maluku Utara menangkap empat tersangka jaringan narkotika lintas provinsi. (Foto: iNews.id/Ismail Sangaji)

TERNATE, iNews.id – Petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Maluku Utara (Malut) menangkap empat orang jaringan narkotika jenis sabu Maluku-Makassar.

Satu dari tiga tersangka diketahui calon anggota (caleg) dari Partai NasDem, Rahman alias Boim yang gagal terpilih pada Pemilu serentak 2019 lalu.

Sedangkan tiga tersangka lainnya masing-masing Samsu Rizal alias Rizal, PNS di BPBD Ternate, Yanto alias Noken (sekuriti toko), dan Usman, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Makassar.

Rizal dan Yatno diketahui berperan sebagai pemasok sabu dari Makassar, Sulawesi Selatan. Dari penangkapan tersebut, petugas BNNP mengamankan tabungan bank berjumlah miliaran rupiah, serta sabu seberat 0,10 gram.

Penyidik BNNP Maluku Utara, AKP I Dewa Nyoman mengatakan, jaringan narkotika Makassar-Maluku Utara ini terbongkar setelah petugas menangkap Boim.

Dari penangkapan caleg NasDem itu, petugas kemudian mengembangkan dan berhasil menangkap tiga tersangka lainnya di sejumlah tempat berbeda.

“Boim ini caleg NasDem nomor urut 7. Dia membeli sabu dari dua pengedar yakni, Samsul Rizal yang berdinas di BPBD Kota Ternate dan Yanto alias Noken dengan barang bukti sabu enam saset seberat 2,26 gram,” katanya, Selasa (28/5/2019).

BACA JUGA: Caleg Gerindra Tertangkap Pesta Sabu di Posko Pemenangan di Semarang

Sedangkan salah satu pemasuk barang haram itu yakni Usman, dibekuk di Makassar. Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Makassar ini diduga telah melakukan bisnis haram sejak 2017.

“Petugas mengamankan sejumlah buku tabungan rekening bank dan ATM yang berisi Rp1 miliar lebih yang diduga hasil transaksi barang haram sabu,” katanya.

Akibat perbuatannya itu, tersangka Usman dapat dikenakan pasal berlapis tindak pidana pencucian uang. Para pelaku juga diancam hukuman 20 tahun penjara dan denda sebesar Rp10 miliar.


Editor : Kastolani Marzuki