BNPB: Aktivitas Warga Pascagempa 7,1 Malut Berangsur Normal

Aditya Pratama ยท Jumat, 15 November 2019 - 13:58 WIB
BNPB: Aktivitas Warga Pascagempa 7,1 Malut Berangsur Normal

Aktivitas warga di Kota Ternate berangsur normal setelah gempa dengan magnitudo 7,1, Jumat (15/11/2019) pagi. (Foto: ANTARA/Abdul Fatah/am)

JAKARTA, iNews.id – Aktivitas sebagian warga pascagempa magnitudo 7,1 di Maluku Utara berangsur normal, Jumat (15/11/2019) pagi. Mereka telah kembali dari lokasi pengungsian dan dataran tinggi ke rumah masing-masing.

Kepala Pelaksana BPBD Halmahera Barat Imron Loloroi mengatakan, masih akan terus melakukan patroli dan pendataan terkait situasi di lapangan. Sejam semalam hingga pagim gempa susulan masih dirasakan warga.

"Gempa susulan dirasakan cukup kuat," ujar Imron, Jumat (15/11/2019).

BACA JUGA: Kaget saat Gempa M 7,1 Guncang Sulut-Malut, Ibu Muda di Minahasa Tenggara Tewas

Imron menambahkan, situasi Kota Ternate dalam kondisi normal. Namun masih ada masyarakat bertahan di tempat tinggi karena ada gempa susulan. Kendati demikian, secara umum, aktivitas masyarakat cenderung normal.

"Hingga saat ini belum ada laporan kerusakan dan korban jiwa," katanya.

Sementara itu, Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo menyampaikan, Pusdalops BNPB belum menerima informasi kerusakan maupun korban luka di Kota ternate.

Menurutnya, BPBD Kota Ternate masih intens memantau sambil terus berkomunikasi dengan pihak Kelurahan Mayau, Kecamatan Batang Dua serta pulau lain di wilayah terluar yang berdekatan dengan pusat gempa. Pemantauan ini untuk mendata dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa.

"BPBD Kota Ternate juga menginformasikan warga yang semalam menjauh dari pantai pagi ini mulai berangsur kembali ke rumah. Kami mengimbau untuk selalu siap siaga terkait dengan gempa susulan," kata Agus.

Sebelumnya, BMKG melaporkan gempa magnitudo 7,1 terjadi di wilayah Maluku Utara pada Kamis (14/11/2019) pukul 23.17 WIB atau 00.17 Wita. Gempa berada di titik koordinat 1,67 LS 126.39 BT dengan berpusat di laut pada kedalaman 73 Km.


Editor : Donald Karouw