Cek Kerusakan Dampak Badai Siklon Tropis, BNPB Kirim Tim ke Maluku Barat Daya

Antara ยท Senin, 13 Mei 2019 - 10:53 WIB
Cek Kerusakan Dampak Badai Siklon Tropis, BNPB Kirim Tim ke Maluku Barat Daya

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo saat memberikan pengarahan dalam Rapat Koordinasi Bencana se-Kota Ambon, di Ambon, Maluku, Selasa (9/4/2019). (ANTARA FOTO/izaac mulyawan/ama)

AMBON, iNews.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengirimkan tim ke kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Provinsi Maluku, Minggu (12/5/2019). Tim ini akan bertugas untuk mengecek langsung kondisi kerusakan di Pulau Moa dan Letti akibat badai siklon tropis yang terjadi sejak 7 Mei 2019.

"Tim yang beranggotakan dua orang telah berada di Tiakur, ibukota Maluku Barat Daya. Mereka mengamati dan membuat kajian dampak akibat badai siklon tropis bersama BPBD setempat," ujar Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Maluku John M Hursepuny, Senin (13/5/2019).

Dia mengatakan, kedua anggota yang bertugas yakni Teguh Pratama dan Donny Situmeang dari Kedeputian Penanganan Darurat BNPB. Hasil kajian mereka nantinya akan dilaporkan kepada Kepala BNPB.

“Laporan ini yang nantinya menjadi dasar diputuskan langkah-langkah penanganannya lanjutan. Termasuk penanganan darurat terhadap para pengungsi,” katanya.

BACA JUGA: Badai Siklon Lili Rusak Bangunan dan Picu Banjir 1,5 Meter di Maluku Barat Daya

John menjelaskan, badai siklon tropis yang terjadi sejak 7 Mei 2019 melanda kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), MBD, Perairan Selatan Pulau Ambon, Laut Banda Bagian Utara, Perairan Kepulauan Kai dan Perairan Kepulauan Aru.

Selain itu, cuaca ekstrem juga melanda Laut Arafuru Bagian Tengah, Laut Banda Bagian Selatan, Kepulauan Sermata dan Letti sehingga mengakibatkan terjadi cuaca buruk dengan dampak bencana alam.

Kerusakan terparah akibat badai siklon tropis selama tiga hari tersebut dilaporkan terjadi di Pulau Letti dan Moa, Kabupaten MBD. Di mana air pada embung milik Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku meluap.

Air luapan ini merendam permukiman masyarakat di beberapa titik, seperti di Desa Batumiau, Tomra, Nuwewang, Laitutun dan Nulely. Pendataan sementara, masyarakat setempat telah mengungsi sejak Rabu (8/5/2019).

"Kami masih terus berkoordinasi dengan BPBD untuk memantau perkembangan penanganan darurat dampak badai siklon tropis," tutur John.

Diketahui bencana alam tersebut telah dilaporkan kepada Gubernur Maluku Murad Ismail dan Wakil Gubernur Barnabas Orno. Laporan ini sebagai dasar untuk diambil langkah-langkah penanganan lanjutan.


Editor : Donald Karouw