Divonis 1 Tahun, Terdakwa Lempar Majelis Hakim PN Ambon dan Nyaris Pukul JPU

Antara ยท Kamis, 01 Agustus 2019 - 18:25 WIB
Divonis 1 Tahun, Terdakwa Lempar Majelis Hakim PN Ambon dan Nyaris Pukul JPU

Ilustrasi persidangan. (Foto: Okezone)

AMBON, iNews.id – Terdakwa kasus penganiayaan yang baru divonis satu tahun penjara, Erens Behuku, tanpa diduga melempari majelis hakim saat persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Ambon, Maluku, Kamis (1/8/2019). Terdakwa juga nyaris memukuli jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Ambon, Katerina Lesbata.

Kejadian ini berawal dari saat majelis hakim diketuai RA Didi Ismiatun didampingi Christina Tetelepta dan Amaye Yambeyabdi membuka persidangan di Ambon dengan agenda pembacaan keputusan.

Terdakwa yang dijerat melanggar pasal 351 KUH Pidana akibat memarangi rekannya dengan sebilah parang hanya gara-gara sebatang rokok, dijatuhi vonis satu tahun penjara. Vonis itu sama dengan tuntutan JPU Kejari Ambon.


BACA JUGA: Sidang Perdana, Prada Deri Pemutilasi Pacar Menangis Mendengar Keterangan Saksi


Majelis hakim kemudian mempersilakan terdakwa berkonsultasi dengan penasihat hukumnya Peny Tupan. Mereka pun sepakat untuk menerima keputusan majelis hakim.

Penasihat hukum lalu meminta terdakwa mendekati panitera pengganti untuk menandatangani sebuah surat usai sidang keputusan. Setelah itu, tanpa diduga terdakwa dengan wajah emosi langsung melempari majelis hakim dengan pena dari jarak dekat.

Aksi terdakwa membuat majelis hakim, JPU, maupun penasihat hukum dan pengunjung ruang sidang jadi kaget dan terkesima. Selang beberapa detik, petugas Kejari Ambon yang mengawal tahanan masuk dan mengeluarkan terdakwa dari ruang sidang. JPU pun memarahi terdakwa karena perbuatannya. Tanpa diduga, terdakwa balik melayangkan pukulan ke arah JPU.

Salah satu pengacara praktik di kantor PN Ambon, Wendy Tuaputimain mengatakan, tindakan terdakwa sudah termasuk contempt of court atau menghina persidangan. Sebab, dia berani menyerang majelis hakim dan JPU.

“Semestinya proses persidangan di PN Ambon melibatkan petugas pengamanan agar masalah seperti ini tidak terulang lagi. Dengan begitu, keamanan dan keselamatan majelis hakim maupun peserta sidang lainnya bisa terjamin,” katanya.

Peristiwa pelemparan dalam ruang sidang yang secara tiba-tiba oleh terdakwa membuat majelis hakim sempat trauma. Akibatnya, dalam persidangan berikutnya majelis hakim mengantisipasi berbagai kemungkinan yang terjadi dengan meminta petugas Kejari Ambon memasang borgol di tangan para terdakwa yang akan menjalani persidangan.


Editor : Maria Christina