Gelapkan Dana Rp3,3 Miliar, Karyawati BRI Ambon Divonis 5 Tahun

Antara ยท Kamis, 01 November 2018 - 22:30 WIB
Gelapkan Dana Rp3,3 Miliar, Karyawati BRI Ambon Divonis 5 Tahun

Ilustrasi sidang kasus penggelapan. (Foto: Okezone)

AMBON, iNews.id - Majelis hakim Pengadilan Negeri Ambon menjatuhkan vonis lima tahun penjara terhadap seorang karyawati Bank BRI Cabang Ambon. Terdakwa atas nama Astria Lerebulan itu dihukum atas kasus dugaan penggelapan dana senilai Rp3,3 miliar.

"Menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar pasal 372 dan 374 KUHP tentang Penggelapan," kata ketua majelis hakim PN Ambon RA Didi Ismiatun, didampingi Jenny Tulak dan Hamzah Kailul selaku hakim anggota, di Ambon, Kamis (1/11/2018).

Yang memberatkan terdakwa dijatuhi hukuman penjara karena perbuatannya telah merugikan pihak bank. Sedangkan yang meringankan adalah terdakwa bersikap sopan, memiliki tanggungan keluarga, serta belum pernah dihukum.

Putusan majelis hakim juga lebih ringan dari tuntutan JPU Kejati Maluku Junita Sahetapy meminta terdakwa dinyatakan terbukti bersalah dan dijatuhi vonis lima tahun penjara.

Sejumlah saksi dalam persidangan sebelumnya mengaku mengenal terdakwa sebagai pejabat sementara supervisor layanan kas pada kantor tersebut sejak tahun 2015. Astria juga pernah merangkap sebagai petugas clearing.

Meski pun proses pemindahbukuan yang dilakukan secara ketat dan menggunakan kata sandi (password) dari para teller, terdakwa diduga bisa melakukan proses yang dimaksud. Padahal kepala bank BRI juga tidak mengetahui kata sandi dari teller, dan sebaliknya kata sandi kepala bank tidak diketahui teller dan password ini sangat berguna untuk proses pemindahbukuan.

Saksi lainnya atas nama Agustinus Siloy mengaku awalnya tidak mengetahui ada dana bonus masuk sebesar Rp4,7 juta ke rekeningnya pada bulan Maret 2018. "Dana masuk ini diketahui setelah saya ditelepon oleh pegawai BRI bahwa ada uang bonus Rp5,7 juta yang telah dibobol atau ditarik orang lain," ujar saksi.

Total dana yang diduga digelapkan terdakwa sebesar Rp3,3 miliar merupakan dana para nasabah Taspen, serta dana asuransi dari PT ELI Insurance dan sebuah perusahaan asuransi lainnya. Dana tersebut diduga kuat dialihkan ke rekening pribadi terdakwa.


Editor : Himas Puspito Putra