Gempa Bumi 7,1 SR Guncang Ternate Maluku Utara, Begini Penjelasan BMKG

Donald Karouw ยท Senin, 08 Juli 2019 - 08:03 WIB
Gempa Bumi 7,1 SR Guncang Ternate Maluku Utara, Begini Penjelasan BMKG

Ilustrasi gempa bumi. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id – Gempa bumi tektonik berkekuatan 7,1 Skala Richter (SR) mengguncang Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, Minggu (7/7/2019), pukul 22.08.42 WIB dan kemudian dimutakhirkan menjadi 7 SR. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan gempa tersebut merupakan gempa bumi dangkal akibat deformasi kerak bumi pada Lempeng Laut Maluku.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat deformasi kerak bumi pada Lempeng Laut Maluku,” kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono dalam siaran persnya, Senin (8/7/2019).

Rahmat Triyono mengatakan, gempa ini memiliki mekanisme sesar naik (thrust fault) akibat adanya tekanan dan kompresi lempeng mikro Halmahera ke arah barat. Kemudian, tekanan lempeng mikro Sangihe ke arah timur. “Akibatnya, lempeng laut Maluku terjepit hingga membentuk double subduction ke bawah Halmahera dan ke bawah Sangihe,” ujarnya.


BACA JUGA: Gempa 7,1 SR di Perairan Ternate, Berpotensi Tsunami


Berdasarkan laporan masyarakat menunjukkan bahwa guncangan gempa bumi dirasakan di Bitung dan Manado dengan intensitas IV-V MMI. Ini artinya, gempa dirasakan oleh hampir semua penduduk dan orang banyak terbangun. Sementara di Ternate, gempa dirasakan dalam skala III-IV MMI atau dirasakan oleh orang banyak dalam rumah.

“Hingga saat ini, belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut,” ujarnya.

Dia menjelaskan, hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi berpotensi tsunami dengan level Waspada untuk wilayah Minahasa Selatan dan Minahasa Utara bagian Selatan. Peringatan dini tsunami yang disebabkan oleh gempa bumi ini diakhiri pada pukul 00.09 WIB, Senin (8/7/2019).

Pascagempa 7 SR tersebut, hingga pukul 00.54 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan ada 19 aktivitas gempa bumi susulan. BMKG merekomendasikan kepada masyarakat agar masyarakat daerah yang mendapatkan peringatan dini tersebut dapat kembali ke tempat masing-masing karena peringatan dini tsunami telah dinyatakan berakhir.

Namun, masyarakat diimbau agar tetap waspada terhadap gempa bumi susulan. BMKG juga meminta masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.


Editor : Maria Christina