Gubernur Maluku Pastikan Biaya Pengobatan Korban Gempa Ambon Ditanggung Pemprov

Antara, Rezki ยท Jumat, 27 September 2019 - 08:14 WIB
Gubernur Maluku Pastikan Biaya Pengobatan Korban Gempa Ambon Ditanggung Pemprov

Gubernur Maluku Murad Ismail (kedua kanan) menjenguk para korban luka akibat gempa tektonik di RSDU dr haulussy, Kudamati Ambon, Kamis malam (27/9/2019). (Foto: Antara)

AMBON, iNews.id – Gubernur Maluku Murad Ismail memastikan Pemprov Maluku akan menanggung biaya perawatan seluruh korban gempa bumi Ambon Magnitudo 6,8 pada Kamis (26/9/2019). Dia meminta para korban tidak perlu khawatir mengenai biaya pengobatannya.

“Semua biayanya saya tanggung. Jadi kalau ada perawat, dokter atau siapa pun dari pihak rumah sakit yang meminta atau memungut biaya yang aneh-aneh segera laporkan dan saya akan tindak tegas,” kata Murad saat meninjau para korban luka-luka di RSUD dr Haulussy, Kota Ambon, Kamis malam (26/9/2019).

BACA JUGA:

Update 20 Orang Meninggal Dunia dalam Gempa di Ambon, Ini Identitasnya

Mensos Janjikan Korban Tewas Gempa Ambon Dapat Santunan Rp15 Juta

Murad langsung meninjau kondisi para korban luka-luka akibat gempa tektonik 5,8 itu setelah baru tiba dari Jakarta pada Kamis malam. Dia mengaku prihatin, sedih, dan pusing memikirkan kondisi masyarakat karena saat terjadi bencana dirinya sedang di Jakarta.

“Ini karena orang tua panik dan berusaha menyelamatkan diri, tetapi mengabaikan anak-anak sehingga mereka menjadi korban,” ujarnya.

Murad menginstruksikan kepada pimpinan RSUD Haulussy maupun kepala Dinas Kesehatan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para korban gempa yang sedang menjalani perawatan.

“Para korban harus mendapatkan pelayanan dan perawatan optimal, termasuk operasi atau harus dirujuk jika diperlukan,” katanya.

Gubernur Maluku Murad Ismail (kedua kanan) melihat kondisi salah seorang balita yang menderita patah lengan akibat gempa tektonik di RSDU dr haulussy, Kudamati Ambon, Kamis malam (27/9/2019). (Foto: Antara)


Selain korban luka-luka akibat gempa, gubernur juga melihat kondisi puluhan pasien RSUD yang terpaksa dipindahkan ke belasan tenda darurat yang dibangun di halaman rumah sakit tersebut. Gubernur memanfaatkan kunjungan mendadak lebih dari satu jam itu untuk memberikan harapan dan semangat kepada para korban dan keluarganya.

Gubernur juga ikut berdialog dengan sejumlah dokter maupun perawat tentang kondisi setiap pasien yang ditemuinya serta tindakan medis yang sudah dilakukan maupun langkah penanganan medis lanjutan demi kesembuhan mereka.

“Saya ingin semua pasien mendapatkan pelayanan terbaik dari para dokter dan tenaga medis sehingga kondisi mereka berangsur-angsur pulih dan sehat,” ujarnya.

Kedatangan Murad didampingi Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Maluku, Kasrul Selang, Kepala Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku, Farida Salampessy dan Kepala Dinas Kesehatan, Meikyal Pontoh.

Tercatat 11 orang korban luka akibat gempa dirawat di rumah sakit milik Pemprov Maluku tersebut. Satu orang meninggal dan dua lainnya telah diizinkan pulang.

Sementara delapan orang dan tiga di antaranya balita, masih menjalani perawatan intensif karena luka patah tulang. Para korban ini terkena material bangunan yang roboh.


Editor : Maria Christina