Hilang Kontak Sejak 20 Agustus, Kapal MV Nur Allya Ditemukan di Laut Utara Pulau Buru

Antara ยท Selasa, 01 Oktober 2019 - 12:50 WIB
Hilang Kontak Sejak 20 Agustus, Kapal MV Nur Allya Ditemukan di Laut Utara Pulau Buru

Kapal kargo MV Nur Allya saat masih beroperasi. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id – Keberadaan kapal kargo MV Nur Allya yang hilang selama lebih dari satu bulan ditemukan di Laut Halmahera bagian Utara Pulau Buru, Maluku. Lokasi titik kapal tersebut ditemukan tim Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dibantu tenaga profesional dan peralatan dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan (P3GL), Badan Litbang ESDM.

Tim KNKT bersama P3GL menggunakan alat Pinger Locater pada lokasi diduga terdapat nilai anomali tertinggi data magnetometer. Di lokasi ini tim menangkap suara dari peralatan kapal yang tenggelam sehingga dapat diperkirakan titik tersebut merupakan lokasi tenggelamnya kapal MV Nur Allya.

Konfirmasi penemuan ini akan disampaikan KNKT kepada pihak keluarga. Selain itu, direncanakan acara tabur bunga pihak keluarga korban dan panitia KNKT pada Rabu (2/10/2019).

BACA JUGA: Pencarian Kapal MV Nur Allya di Hari ke-7, Basarnas Pantau Lewat Udara

Sebelumnya kapal kargo berbendera Indonesia yang bermuatan nikel tersebut hilang kontak di Perairan Utara Pulau Buru, Maluku pada 20 Agustus 2019. Kapal kargo milik PT Gurita Lintas Samudra diawaki 25 orang, yang berlayar dari rute Pulau Weda, Maluku Utara dengan tujuan Pelabuhan Morosi, Provinsi Sulawesi Tenggara.

MV Nur Allya merupakan kapal kargo raksasa buatan perusahaan Jepang Sanoyas Hishino Meiso Corp pada 2002, dengan kapasitas 52.400 deadweight tonnes (dwt). Artinya mampu mengangkut beban hingga 52.400 ton, tidak termasuk berat kapal itu sendiri yang mencapai 8.394 metrik ton.

Pemerintah telah mengerahkan sekitar 21 lembaga dan instansi terkait seperti Basarnas Ternate, Direktorat Komunikasi Basarnas Pusat, Direktorat Polairud Polda Maluku Utara, perusahaan pemilik kapal dan Bakamla Pusat untuk mencari keberadaan kapal selama 13 hari.

BACA JUGA: Kapal MV Nur Allya Hilang di Perairan Maluku, Nasib 25 Penumpang Belum Diketahui

Area pencarian dipusatkan di perairan Maluku Utara, yang menjadi titik koordinat awal kapal tersebut terpantau. Tim juga menyisir perairan laut Obi, Maluku Utara dan perairan Pulau Buru, Maluku. Termasuk juga menyisir jalur pelayaran kapal di perairan Poge Sanana, Taliabo dan perairan Morosi.

Pencarian juga dilakukan melalui udara, namun tidak membuahkan hasil. Misteri keberadaan kapal kargo MV Nur Allya sedikit terkuak saat tim SAR menemukan sekoci rusak dari kapal tersebut di pesisir Desa Gambaru, Kecamatan Obi Selatan.

Perusahaan pemilik MV Nur Allya sudah mengkonfirmasi sekoci tersebut merupakan bagian dari kapal yang tenggelam. Tumpahan minyak ditemukan di bagian selatan perairan Pulau Obi, Maluku Utara pada 30 Agustus 2019.


Editor : Donald Karouw