Ikut Arisan Online, Puluhan Warga di Ambon Tertipu Jutaan Rupiah

Antara ยท Selasa, 22 Januari 2019 - 09:33 WIB
Ikut Arisan Online, Puluhan Warga di Ambon Tertipu Jutaan Rupiah

Ilustrasi arisan online. (Foto: Istimewa)

AMBON, iNews.id - Puluhan warga Kota Ambon, Maluku menjadi korban penipuan arisan online lewat media sosial Facebook. Para korban merasa tertipu dan mengalami kerugian hingga jutaan rupiah.

Kasubbag Humas Polres Pulau Ambon dan Pulau Pulau Lease, Ipda Julkisno Kaisupy mengatakan, kasus ini terungkap setelah seorang korban Hendra Kairuphan (30) melapor ke sentra pelayanan kepolisian terpadu (SPKT).

"Para korban tergiur dengan arisan online, karena akan dijanjikan mendapatkan keuntungan yang berlipat ganda," kata Julkisno di Mapolres Pulau Ambon Pulau Ambon dan Pulau Pulau Lease saat dikonfirmasi Selasa (22/1/2019).

BACA JUGA: Penipuan Bermodus Arisan, Ibu-Ibu Lapor Polisi Rugi Miliaran Rupiah

Menurut dia, para korban yang terpikat kemudian menyetorkan uang hingga jutaan rupiah kepada pelaku. Arisan tersebut dinamakan "Arisan Duel" dengan menggunakan istilah "kursi", yang mana harga satu kursi sebesar Rp250 ribu.

Tersangka berjanji mengembalikan uang sebanyak Rp400 ribu kepada setiap orang yang mengikuti arisan. Telanjur tergiur dengan nominal itu, korban Hendra mentransfer uang Rp5 juta scara bertahap ke arisan online tersebut.

"Uang Rp5 juta ditransfer bertahap, dengan maksud untuk memperoleh keuntungan ganda," ujar dia.

BACA JUGA: 49 WNA China Ditangkap, Diduga Sindikat Penipuan Online Internasional

Karena korban tak kunjung memperoleh hasil untung, Hendra pun mendapat informasi dari media sosial bahwa tersangka berinisial JMD sudah dicari banyak orang atas aksi penipuan berkedok arisan online.

Julkisno mengatakan, setelah kasus ini dilaporkan, polisi kemudian menangkap dua orang pelaku termasuk JMD dan telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Pelaku saat ini telah diamankan di rutan Polres Pulau Ambon dan Pulau Lease dengan tindak pidana penipuan dan penggelapan. Kasus ini saat ini masih dalam pengembangan," ujar Julkisno.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal