KPU Malut Coret 5 Caleg dari DCT, Salah Satu Lakukan Pelanggaran Berat

Antara · Rabu, 10 April 2019 - 12:56 WIB
KPU Malut Coret 5 Caleg dari DCT, Salah Satu Lakukan Pelanggaran Berat

Ilustrasi Pileg 2019. (Foto: dok iNews)

TERNATE, iNews.id – Sedikitnya lima calon anggota legislatif dari berbagai daerah pemilihan (dapil) di Provinsi Maluku Utara (Malut) dicoret dari daftar calon tetap (DCT) Pileg 2019. Pencoretan ini akan segera diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Malut.

Anggota KPU Provinsi Malut Kasman Tan mengatakan, kelima nama caleg itu yakni Muhammad H Jalal dapil 3 dari PAN, Lendi Asri Saputri dapil 2 dari Partai Gerindra, Harnita ST Caleg PSI dapil I, Ikram M Nur dapil 4 dari PSI, dan Wahyu Mahmud dapil 2 dari Partai NasDem.

KPU menyebut, dua nama dicoret yakni Lendi Asri Saputri (Partai Gerindra) dan Harnita ST (PSI) karena mereka mengundurkan diri setelah lolos dalam seleksi CPNS. Keduanya telah melapor ke partainya masing-masing untuk tidak mengikuti pencalegan. Partai mereka juga sudah membentuk PKPU untuk diberikan ke KPU Provinsi.

BACA JUGA: KPU Minta Semua TPS di Kulonprogo Ramah Disabilitas

Selanjutnya Muhammad H Jalal (PAN) mengundurkan diri dengan alasan sakit. Sesuai dengan keputusannya, yang bersangkutan tidak bisa mencalonkan diri sebagai caleg. Sudah ada juga pemberitahuan dari partai ke KPU Provinsi sehingga pihaknya melakukan klasifikasi sekaligus membuat berita acara.

Kasman menambahkan, ada satu orang nama caleg yang melakukan pelanggaran berat karena memakai fasilitas Negara, yakni Ikram M Nur (PSI). Hal ini melanggar Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) dan berdasarkan hasil keputusan pengadilan, nama yang bersangkutan dicabut dari calon legislatif. Sementara nama Wahyu Mahmud (Partai NasDem) dicabut karena yang bersangkutan meninggal dunia.

Kelima nama ini sudah masuk dalam Daftar Calon Tetap (DCT) sehingga harus dicoret dari Surat Suara (SS). KPU akan mengeluarkan Surat Keputusan (SK) resmi dan diumumkan di setiap TPS agar masyarakat mengetahuinya dan kemudian KPPS mengumumkan jika kelima nama tidak memenuhi syarat.

"Jika nama mereka dipilih oleh pemilih, berarti hitungan suaranya diberikan ke partai," ujar Kasman di Ternate, Rabu (10/4/2019).


Editor : Donald Karouw