Krisis Pangan di Maluku, 3 Warga Suku Pedalaman Tewas Kelaparan

Antara ยท Rabu, 25 Juli 2018 - 00:02 WIB
Krisis Pangan di Maluku, 3 Warga Suku Pedalaman Tewas Kelaparan

Ilustrasi. (Foto: Grafis Koran SINDO)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

AMBON, iNews.id – Krisis pangan terjadi di daerah pedalaman Hutan Seram di Pegunungan Morkele, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Bencana kelaparan ini telah merenggut tiga korban jiwa, yakni seorang lansia dan dua balita.

Sebanyak 45 Kepala Keluarga atau 170 jiwa terancam kelaparan setelah serangan hama babi hutan dan tikus merusak tanaman perkebunan warga di Negeri Maneo Rendah, Kecamatan Seram Utara Timur Kobi, Kabupaten Maluku Tengah.

Lokasi tinggal warga suku terasing itu berada di Dusun Maneo yang jarak tempuhnya tiga jam dengan kendaraan dari Wahai atau delapan jam dari Masohi, Ibu Kota Maluku Tengah, kemudian dilanjutkan berjalan kaki delapan jam ke desa terdekat.

Anggota DPRD Maluku Ridwan Elyss mengatakan, kasus kematian tiga warga suku terasing Mausu Ane yang masuk dalam Komunitas Adat Terpencil di pedalaman Hutan Seram diduga mengalami kelaparan atau busung lapar dan perlu diteliti secara serius.

"Masyarakat suku terasing itu cukup kuat dan hidup alami jadi kalau dibilang meninggal dunia karena faktor kelaparan perlu diteliti oleh pemerintah daerah bersama instansi terkait," katanya di Ambon, Selasa (24/7/2018).

Dia mengungkapkan, yang harus diteliti yakni kemungkinan lain yang bisa saja menjadi penyebab kematian lansia dan dua balita tersebut. "Ini hanya dugaan yang perlu ditindaklanjuti dengan melakukan penelitian secara mendalam sebab masyarakat suku terasing baik di pulau Seram atau pun Pulau Buru biasanya memiliki ketahanan fisik yang alami," ujarnya.

Ridwan juga mengapresiasi langkah aparat TNI AD yang sudah terlebih dahulu tiba di daerah rawan pangan tersebut untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan. Sama halnya dengan Polda Maluku yang sementara mengangkut berbagai jenis bantuan makanan dan obat-obatan menuju lokasi.

Anggota DPRD Kabupaten Maluku Tengah Ed Latukarlutu mengatakan, laporan tiga orang masyarakat suku terasing di Dusun Maneo yang meninggal dunia akibat kelaparan memang sudah disampaikan kepada pemerintah daerah dan sementara dikoordinasikan untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan.

Masyarakat komunitas adat terpencil ini beberapa tahun lalu juga pernah turun gunung akibat terjadi kebakaran hutan hebat yang melanda kawasan Hutan Lindung Manusela dan sekitarnya, termasuk tempat mereka berteduh selama ini.

Sementara itu, Kementerian Sosial (Kemensos) segera mengirimkan logistik dan kebutuhan lainnya untuk membantu warga yang mengalami krisis pangan di daerah pedalaman Hutan Seram di Pegunungan Morkele tersebut.

"Kemensos sudah berkoordinasi dengan dinas sosial (dinsos) setempat dan bantuan akan disalurkan besok," kata Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Harry Hikmat di Jakarta, Selasa (24/7/2018).

Bantuan yang akan disalurkan yaitu satu ton beras, matras sebanyak 100 lembar, selimut 180 lembar, 35 paket kid ware, dan 60 paket kebutuhan lansia dari stok penyangga Dinsos Provinsi Maluku.

Bantuan lainnya dari stok penyangga di Dinsos Kabupaten Maluku Tengah berupa peralatan memasak, tenda, selimut dan matras serta makanan siap saji sebanyak 90 kaleng. Selain itu, 10 personil Taruna Siaga Bencana (Tagana) juga akan diturunkan untuk membantu masyarakat. 


Editor : Donald Karouw