Kronologi Pemerkosaan dan Pembunuhan Sadis Calon Mahasiswi oleh Sopir di Ternate

Agus Suprianto ยท Minggu, 21 Juli 2019 - 06:05 WIB
Kronologi Pemerkosaan dan Pembunuhan Sadis Calon Mahasiswi oleh Sopir di Ternate

Polisi mengevakuasi jenazah korban pemerkosaan dan pembunuhan oleh seorang sopir taksi di Kota Tidore, Kepulauan Maluku Utara, Kamis (18/7/2019). (Foto: iNews/Agus Suprianto)

TIDORE, iNews.id – Aksi sopir M Irwan Tutuwarima alias Ronal (35), pemerkosa dan pembunuh calon mahasiswi GWK alias K (19), warga Desa Tahane, Kecamatan Malifut, Kabupaten Halhamera Utara, Provinsi Maluku Utara, yang akan mendaftar kuliah, tergolong sadis. Kejadian ini juga bukan pertama kalinya karena pelaku pernah dipenjara karena kasus pemerkosaan.

Pemaparan Polda Maluku Utara (Malut) mengungkap kronologi kejadian tragis yang menimpa calon mahasiswi itu. Korban sebelumnya berangkat dari rumahnya di Desa Tahane, Kecamatan Malifut, Kabupaten Halmahera Utara pada Selasa, 16 Juli 2019 pukul 07.30 WIT. Dia hendak ke Kota Sofifi, ibu kota Provinsi Maluku Utara, dan selanjutnya mengikuti seleksi di Universitas Khairun (Unkhair) Ternate.

Saat itu, pelaku yang menjadi sopir Sofifi-Tobelo, mencari penumpang di sekitar Malifut. Korban kemudian menumpang mobil yang dikendarai pelaku menuju Sofifi. Dia jadi satu-satunya penumpang.

Dalam perjalanan, pelaku yang sudah berniat buruk tiba-tiba membawa mobilnya ke arah lain, di jalan belakang Kelurahan Guraping, Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan. Setelah menemukan tempat yang dinilai aman, pelaku menghentikan mobilnya.


BACA JUGA: Tragis, Calon Mahasiswi Diperkosa dan Dibunuh Sopir Taksi saat Mau Daftar Kuliah


Dia lalu memerkosa korban di mobilnya. Pelaku selanjutnya membunuh korban dengan cara mencekik lehernya menggunakan karet pintu mobil yang diambil dari kantong kursi di mobil.

Setelah memastikan korban tewas, pelaku membawa mayat korban ke Dusun Lukulamo, Desa Lelilef, Kecamatan Weda Tengah, Kabupaten Halmahera Tengah. Untuk menghilangkan jejak, pelaku membuang mayat korban di semak belukar di sana, lalu menutupinya menggunakan terpal coklat.

Pelaku membawa barang-barang korban dan sebagian dibuang ke tempat lain seperti dompet, sepatu, dan tas. Setelah itu, pelaku pergi meninggalkan lokasi itu dan lari ke Kota Tidore Kepulauan.

“Jadi kejadian ini ada tiga lokasi. Pertama, korban menaiki mobil dari Kecamatan Malifut. Pembunuhannya di wilayah Kelurahan Guraping, Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan. Lalu jenazah korban dibuang di wilayah Desa Lelilef Weibulan, Kecamatan Weda Tengah,” kata Direktur Reskrimum Polda Malut Kombes Pol Anton Setiyawan di Mapolres Polda Malut, Jumat (19/7/2019).


Editor : Maria Christina

Halaman : 1 2