Maluku Terus Diguncang Gempa Susulan, Warga yang Ketakutan Bertahan di Pengungsian

Antara, Ilma De Sabrini ยท Kamis, 14 November 2019 - 11:03 WIB
Maluku Terus Diguncang Gempa Susulan, Warga yang Ketakutan Bertahan di Pengungsian

Warga korban gempa Maluku berada di tenda yang dibuat secara mandiri di Negeri Oma, Pulau Haruku, Maluku, Selasa (1/10/2019). Hingga kini, warga bertahan di pengungsian karena gempa susulan masih terus mengguncang Maluku. (Foto: Antara)

AMBON, iNews.idGempa bumi tektonik susulan masih terus mengguncang Provinsi Maluku pascagempa Magnitudo 6,5 pada 26 September 2019 silam. Kondisi ini membuat warga setempat masih hidup dalam ketakutan.

Hingga kini, masih banyak warga Maluku yang tetap bertahan di tenda-tenda pengungsian. Apalagi pada Selasa (12/11/2019) lalu, Kota Ambon diguncang gempa bermagnitudo 5,1.

“Akibat gempa bumi tektonik sejak Kamis, (26/09) lalu hingga Selasa (12/11) malam dengan magnitudo 5,1 membuat masyarakat di Kota Ambon dan sekitarnya hidup dalam ketakutan,” kata Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku, Abdullah Azis Sangkala di Ambon, Kamis (14/11/2019).

 

BACA JUGA:

BMKG: Gempa Bumi M5,1 yang Guncang Ambon bagian dari Gempa Susulan sejak 26 September

Gempa Bumi Magnitudo 5,1 Guncang Ambon, Tidak Berpotensi Tsunami

 

Sangkala mengatakan, masyarakat masih merasa resah dan trauma dengan gempa-gempa susulan yang terus terjadi. Dia pun memperkirakan beban Pemprov Maluku untuk menangani pengungsi ini nantinya cukup besar.

“Alhamdulillah Pak Presiden Joko Widodo sudah datang ke Ambon. Saya berharap kedatangan Pak Presiden ini bisa membawa 'angin segar' bagi penyelesaian pengungsi di Maluku,” kata Sangkala.

Menurut dia, DPRD maupun Pemprov Maluku melalui tim penanggulangan pengungsi yang sudah dibentuk, terus melakukan upaya-upaya untuk memastikan penanganan tanggap darurat pengungsi bisa berjalan dengan baik. Koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) harus terus dibangun.

“Diperlukan juga upaya untuk memberikan ketenangan kepada masyarakat agar tidak menimbulkan penambahan gelombang pengungsi,” ujarnya.

 

BACA JUGA: 5 Gempa Beruntun Guncang Ambon Malam Ini, Warga Panik

 

Selain itu, pelayanan pengungsi baik soal kesehatan, pendidikan, kebutuhan untuk MCK (mandi cuci kakus) maupun pangan harus menjadi perhatian bersama.

“Kami berharap gempa bumi beruntun ini tidak memicu gelombang pengungsi baru. Jika itu terjadi, maka akan semakin menambah beban anggaran bagi pemerintah,” ujarnya.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Rahmat Triyono sebelumnya mengatakan, gempa M5,1 pada Selasa (12/11/2019), pukul 17.10 WIB masih merupakan bagian dari rangkaian aktivitas gempa bumi susulan.

“Sejak tanggal 26 September 2019, telah tercatat aktivitas gempa bumi susulan sebanyak 2.140 kejadian,” kata Rahmat.

BMKG merekomendasikan kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Hindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa. Selain itu, periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa atau tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke rumah.

“Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi,” kata Rahmat.


Editor : Maria Christina