Mantan Kepala KPP Ambon La Masikamba Segera Jalani Sidang Gratifikasi

Ilma De Sabrini ยท Rabu, 13 Februari 2019 - 18:30 WIB
Mantan Kepala KPP Ambon La Masikamba Segera Jalani Sidang Gratifikasi

Dua tersangka kasus penerimaan gratifikasi yakni Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Ambon, La Masikamba dan pemeriksa pajak KPP Pratama Ambon, Sulimin Ratmin segera disidang. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Dua tersangka kasus penerimaan gratifikasi yakni Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Ambon, La Masikamba dan pemeriksa pajak KPP Pratama Ambon, Sulimin Ratmin segera disidang. Komisi Pemberantasan Korupsi telah melimpahkan berkas dan dakwaan ke Pengadilan Negeri (PN) Ambon.

"Setelah Penyidikan selesai dilakukan pada tanggal 31 Desember 2018, hari ini (13/02/2019) KPK melimpahkan berkas dan dakwaan ke PN Ambon," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Rabu (13/2/2019).

Kedua terdakwa itu dibawa dari Jakarta menuju Rutan Ambon untuk dititipkan sebelum menjalani persidangan. Rencananya persidangan akan dilakukan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Ambon. "Proses persidangan di Pengadilan Tipikor pada PN Ambon," imbuh Febri.

KPK menduga, La Masikamba dan Sulimin menerima uang sejumlah Rp 320 juta dari Anthony. Uang tersebut sebagai pemulus dalam pengurangan kewajiban pajak. Bahkan, KPK juga menduga La Masikamba menerima gratifikasi Rp550 juta dari Anthony.

Namun, dalam perkembangan penyidikan yang dilakukan KPK, La Masikamba diduga menerima suap total Rp970 juta dan gratifikasi sebeaar Rp8 miliar dari sejumlah wajib pajak yang terdaftar di KPP Pratama Ambon.

Kasus ini bermula saat tangkap tangan pada 3 Oktober 2018. Pada operasi senyap itu KPK mengamankan uang Rp100 juta dan dua bukti setor bank sebanyak Rp550 juta dan Rp20 juta.

"Kami sangat sayangkan karena dugaan penerimaan juga terjadi dari sejumlah wajib pajak yang lain di sana. Di tengah upaya kita bersama untuk meningkatkan penerimaan negara melalui pajak, namun sejumlah petugas pajak justru melakukan hal seperti ini," katanya.


Editor : Himas Puspito Putra