Mensos Janjikan Korban Tewas Gempa Ambon Dapat Santunan Rp15 Juta

Jaka Samudra ยท Kamis, 26 September 2019 - 20:04 WIB
Mensos Janjikan Korban Tewas Gempa Ambon Dapat Santunan Rp15 Juta

Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: iNews.id/Jaka Samudra)

PASURUAN, iNews.id – Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) akan memberikan bantuan kepada korban tewas, luka maupun rumah rusak akibat gempa Ambon, Maluku berkekuatan Magnitudo 6,5.

Menteri Sosial (Mensos) Agung Gumiwang Kartasasmita mengatakan, dari hasil pendataan sementara korban tewas akibat gempa tersebut sebanyak 20 orang. Sedangkan korban luka tercatat 107 orang.

"Untuk korban meninggal dunia tentu ada santunan bagi ahli waris masing-masing Rp15 juta. Kami berdoa semoga korban tidak bertambah banyak,” kata Agus Gumiwang ditemui di sela-sela Jambore Tagana Nasional dan Bakti Sosial di Taman Candra Wilwatikta Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Kamis (26/9/2019).

BACA JUGA: Update 20 Orang Meninggal Dunia dalam Gempa di Ambon, Ini Identitasnya

Selain santunan bagi korban tewas, kata dia, pemerintah juga akan menggratiskan semua biaya pengobatan bagi korban luka. “Harus gratis,” ucapnya.

Terkait rumah warga maupun bangunan yang rusak akibat gempa, Agus mengatakan, tim Kemensos akan melakukan assessment dan pendataan di lapangan. “Kita akan lihat dulu tingkat kerusakannya. Rumah rusak ringan, sedang atau berat. Kita juga sedang data warung-warung atau toko tradisional. Kita berharap perekonomian warga Ambon bisa segera pulih,” katanya.

Agus mengatakan, tim Kemensos juga sedang mengirimkan bantuan logistic untuk korban gempa Ambon.

“Kami sekarang sedang mempersiapkan mobilisasi bantuan yang akan dikirim ke Ambon. Center logistiknya nanti di Makassar,” kata Agus Gumiwang.

BACA JUGA:Update Korban Gempa Ambon Hari Ini, 6 Orang Tewas, 4 Luka Parah

Anggota Tagana, Ian Kusmardiyana mengatakan, tim Tagana sudah bergerak ke lokasi bencana untuk membantu relawan di Ambon. “Sekarang sudah bergerak. Untuk sementara, penanganan korban masih ditangani Tagana Maluku,” ujarnya.


Editor : Kastolani Marzuki