Pahlawan Demokrasi, 2 Kader Perindo di Maluku Gugur saat Kawal Suara

Felldy Utama ยท Minggu, 28 April 2019 - 12:19 WIB
Pahlawan Demokrasi, 2 Kader Perindo di Maluku Gugur saat Kawal Suara

Warga dan kader Partai Perindo saat mengangkat peti jenazah untuk persiapan penguburan. (Foto: Perindo/Junus Eduward Kailuhu)

JAKARTA, iNews.id – Duka mendalam dirasakan pengurus dan kader Partai Perindo di Provinsi Maluku. Dua kadernya yang memiliki dedikasi tinggi untuk mewujudkan Indonesia maju dan sejahtera melalui pemilu yang bersih, berpulang menghadap Yang Maha Kuasa. Keduanya meninggal saat menjalankan tugas sebagai saksi mengawal suara Perindo untuk Pemilu 2019.

Seorang korban yang gugur mengawal jalannya pemilu yakni Abraham Tahuhey (68), warga Desa Suli, Kecamatan Salahutu, Maluku Tengah (Ambon). Wakil ketua bidang buruh di Dewan Pimpinan Ranting Partai Perindo Negeri Sulu itu tutup usia karena sakit usai bertugas di TPS pada Kamis (25/4/2019) pukul 21.30 WIT.

“Acara pelepasan jenazah almarhum dihadiri seluruh fungsionari dan pengurus Partai Perindo Maluku Tengah,” ujar caleg Partai Perindo Dapil 5 Kabupaten Maluku Tengah Junus Eduward Kailuhu saat dihubungi, Minggu (28/4/2019).


Dia mengungkapkan, almarhum meninggalkan istri dan empat anak serta empat menantu, juga 10 cucu. Kematiannya sebagai pahlawan demokrasi yang mengawal pemilu menjadi duka Partai Perindo.

BACA JUGA: Ketua DPC Perindo Pulau-Pulau Babar Timur Tutup Usia saat Kawal Suara

“Almarhum dimakamkan dengan upacara penghormatan sebagai pahlawan demokrasi. Di mana peti jenazahnya kami selimuti dengan bendera Partai Perindo," kata Junus.

Kader lainnya yang juga berpulang yakni Ketua DPC Partai Perindo Pulau-Pulau Babar Timur Efraim Lakburlawal di Kabupaten Maluku Barat Daya. Almarhum mengembuskan napas terakhir di sela mengawal suara Partai Perindo.

Kabar duka ini diinformasikan Fanpage facebook Partai Perindo yang kemudian banjir dengan ungkapan duka. Dalam postingannya dituliskan, ‘Semangat dan perjuangan almarhum untuk mewujudkan Indonesia yang maju dan sejahtera tidak akan pernah padam’.


Editor : Donald Karouw