Pascagempa Bumi 7 SR, Warga Ternate yang Mengungsi Mulai Kembali ke Rumah

Agus Suprianto, Antara ยท Senin, 08 Juli 2019 - 09:33 WIB
Pascagempa Bumi 7 SR, Warga Ternate yang Mengungsi Mulai Kembali ke Rumah

Warga Ternate memilih mengungsi dan keluar rumah pascagempa bumi 7 SR pada Minggu malam. Sebagian mengungsi ke kawasan yang lebih tinggi. Warga mulai kembali ke rumah pada Senin pagi (8/7/2019). (Foto: iNews/Agus Suprianto)

TERNATE, iNews.id – Gempa bumi 7 Skala Richter (SR) berpotensi tsunami yang mengguncang Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, Minggu (7/7/2019) malam, membuat warga mengungsi pada Senin dini hari (8/7/2019). Namun, warga mulai kembali ke rumah masing-masing, Senin pagi.

Salah seorang warga Ternate, Lutfi mengatakan, warga mendapat informasi gempa yang terasa kuat pada Minggu malam itu berpotensi menimbulkan tsunami. Warga yang khawatir memilih mengungsi ke tempat yang aman.

“Saya dan seluruh anggota keluarga segera bergegas mengungsi ke daerah ketinggian di Kelurahan Tabahawa,” kata Lutfi, di Ternate.


BACA JUGA: Gempa Bumi 7,1 SR Guncang Ternate Maluku Utara, Begini Penjelasan BMKG 


Lutfi yang rumahnya berada di Soa-Sio, salah satu kelurahan di Pantai Ternate bersama warga pesisir lainnya sebenarnya sudah mengetahui peringatan tsunami dari BMKG dicabut sejam setelah gempa. Namun, mereka memutuskan kembali ke rumah pada Senin pagi agar tidak diliputi kekhawatiran pascabencana itu.

Warga Ternate lainnya, Rusmin, mengaku setelah gempa, dia menyuruh anggota keluarganya untuk mengungsi ke daerah yang tinggi. Sementara dirinya tetap bertahan di rumah untuk mengantisipasi kemungkinan adanya pencurian.

Warga Ternate tidak mengalami kesulitan mengungsi jika terjadi gempa dan berpotensi tsunami seperti Senin dini hari, karena daerah ketinggian di sini relatif dekat dari pesisir. Selain itu, mereka sudah mendapat sosialisasi dari berbagai pihak mengenai langkah yang harus dilakukan jika terjadi gempa dan berpotensi tsunami.


BACA JUGA: Cabut Peringatan Tsunami Gempa Ternate, BMKG Pantau Gunung Api Bawah Laut


Informasi dari Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ternate, sejauh ini belum ada laporan dari masyarakat mengenai adanya korban jiwa dan kerusakan fisik akibat gempa 7 SR itu. Laporan itu baik dari warga di Pulau Ternate maupun tiga pulau lainnya di Kota Ternate.

BPBD terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk seluruh lurah di Kota Ternate. Selain itu, BPBD menurunkan tim ke berbagai wilayah untuk memastikan kondisi terakhir pascagempa yang melanda daerah itu dan wilayah lainnya di Malut, Senin dini hari.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono mengatakan, gempa bumi tektonik berkekuatan 7,1 SR yang mengguncang Kota Ternate, Provinsi Malut, Minggu (7/7/2019), pukul 22.08.42 WIB dimutakhirkan menjadi 7 SR. Gempa tersebut jenis dangkal akibat deformasi kerak bumi pada Lempeng Laut Maluku.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat deformasi kerak bumi pada Lempeng Laut Maluku,” kata Rahmat Triyono dalam siaran persnya, Senin (8/7/2019).


Editor : Maria Christina