Pascagempa Magnitudo 6,8, Ambon Diguncang 245 Gempa Bumi Susulan hingga Jumat Pagi

Aditya Pratama ยท Jumat, 27 September 2019 - 09:31 WIB
Pascagempa Magnitudo 6,8, Ambon Diguncang 245 Gempa Bumi Susulan hingga Jumat Pagi

Ilustrasi gempa bumi. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id – Kota Ambon, Provinsi Maluku, telah diguncang 245 kali gempa bumi susulan, akibat gempa dengan kekuatan Magnitudo 6,8 pada Kamis (26/9/2019) pukul 08.46 WIT. Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) kemudian memutakhirkan gempa menjadi M6,5.

Informasi resmi dari BMKG, 245 gempa bumi susulan tersebut tercatat hingga pukul 7.00 WIB atau 9.00 WIT. Dari jumlah itu, 41 gempa di antaranya dirasakan oleh masyarakat.

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan, dari hasil analisis BMKG, kekuatan gempa-gempa susulan atau aftershocks tersebut mencapai M2,6 hingga M5,6.

Menurut Daryono, dampak guncangan gempa utama Kamis pagi yang mencapai skala intensitas V hingga VI MMI di Ambon, Haruku, dan Kairatu, telah menimbulkan kerusakan rumah di beberapa tempat dan beberapa orang mengalami luka-luka.

BACA JUGA:

Gubernur Maluku Pastikan Biaya Pengobatan Korban Gempa Ambon Ditanggung Pemprov

Gempa Ambon, BMKG: Terjadi 66 Kali Gempa Susulan, Begini Penjelasannya

Pembangkit gempa itu diduga kuat struktur sesar yang melintas di wilayah Kecamatan Kairatu Selatan. Dalam peta tektonik Pulau Seram tampak struktur sesar ini berarah ke Barat Daya dan Timur Laut. Sesar ini juga memiliki pergerakan mendatar-mengiri atau sinistral strike-slip.

“Sayangnya struktur sesar yang melintas di Kairatu Selatan itu belum memiliki nama, sehingga untuk memudahkan menyebutnya dapat kita namai Sesar Kairatu,” kata Daryono.

Dari hasil monitoring tersebut BMKG juga mendapati ternyata sebelum terjadi gempa M6,5 Kamis pagi, tampak di Kairatu Selatan sudah terjadi sejumlah rentetan aktivitas gempa pembuka atau foreshocks berkekuatan kecil sejak sekitar sebulan lalu.


BACA JUGA: Update 20 Orang Meninggal Dunia dalam Gempa di Ambon, Ini Identitasnya


Peta seismisitas Maluku menunjukkan bahwa di sekitar episenter gempa Kamis pagi terdapat klaster aktivitas gempa dengan magnitudo antara 1,5 hingga 3,5 sebanyak 30 kali, tercatat sejak 28 Agustus 2019 hingga 25 September 2019.

Gempa ini menjadi contoh nyata mengenai keberadaan “Gempa Tipe 1” menurut ahli gempa Jepang, Kiyoo Mogi (1963), yaitu tipe gempa utama yang didahului oleh gempa pendahuluan atau pembuka dan selanjutnya diikuti oleh serangkaian gempa susulan.


Editor : Maria Christina