Pencarian Korban KM Tidar di Laut Terkendala Cuaca Buruk

Antara, Andi Mohammad Ikhbal ยท Rabu, 17 Juli 2019 - 12:20 WIB
Pencarian Korban KM Tidar di Laut Terkendala Cuaca Buruk

Tim SAR mencari korban tenggelam di laut. (Foto: Dok iNews).

AMBON, iNews.id - Pencarian terhadap korban jatuh dari KM Tidar di Laut Pulau Tiga pada Senin (15/7/2019), bisa dihentikan sementara bila cuaca memburuk. Korban yakni anggota Navigasi Pelabuhan Namlea, La Ode Arham.

Kepala Kantor SAR Ambon, Muslimin mengatakan, laporan perkembangan cuaca dari BMKG selalu dipantau dan dikoordinasikan, namun terkadang situasi di lokasi tetap tidak bisa diprediksi.

"Bila kondisi tidak bisa diatasi maka operasi dihentikan sementara," kata Muslimin di Kota Ambon, Maluku, Rabu (17/7/2019).

Menurut dia, adanya tiupan angin kencang disertai hujan yang mengguyur Pulau Ambon dan sekitarnya sejak Selasa (16/7) malam. Dia mengatakan, kondisi tersebut hingga Rabu siang masih terus berlangsung.

Sementara tim SAR gabungan telah mencari korban Arham sejak dikabarkan terjatuh dari KM Tidar. Korban saat itu hendak menyelamatkan seorang pemuda diduga stres yang ingin bunuh diri dengan cara melompat ke laut.

BACA JUGA: Viral Video Bunuh Diri, Korban Tarik Petugas Pelabuhan Terjun ke Laut

Keduanya terjatuh di sekitar perairan Pulau Tiga menuju Tanjung Alang sekitar pukul 14.00 WIT, ketika kapal sedang berlayar dari Pelabuhan Namlea, Kabupaten Buru menuju Pelabuhan Yos Sudarso Ambon.

Saat terjatuh di laut, kapal tersebut memutar haluan menuju lokasi kejadian dan mencari kedua korban tersebut. Namun hanya ditemukan jasad pemuda diduga stres dalam kondisi meninggal dunia.

"Meski pun cuacanya kurang bersahabat, namun itu sudah menjadi tugas kami dan semoga hari ini cuaca bisa bersahabat dengan tim SAR gabungan yang sementara melakukan upaya pencarian," ujar dia.

Tim SAR hari ini menggunakan Kapal Negara (KN) SAR Abimanyu untuk memperlebar wilayah pencarian, mulai dari seputaran pesisir Tanjung Sial, Waiputi, Lauma, dan Kasuari sampai ke perairan Pulau Buru.

"Posisi korban diduga telah menjauh lebih ke sebelah barat arah Namlea, Kabupaten Buru akibat pergerakan arus," katanya.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal