Pengungsi Gempa Ambon Terserang ISPA dan Hipertensi, 45 Posko Kesehatan Disiagakan

Antara ยท Sabtu, 28 September 2019 - 19:23 WIB
Pengungsi Gempa Ambon Terserang ISPA dan Hipertensi, 45 Posko Kesehatan Disiagakan

Sejumlah pasien menjalani perawatan di tenda darurat di teras RSUD Haulussy, Ambon, Maluku, pascagempa bumi bermagnitudo 6,8 pada Kamis (26/9/2019). (ANTARA FOTO/Izaac Mulyawan)

Ambon, iNews.id - Pengungsi korban gempa bumi di Ambon Provinsi Maluku mulai terserang penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Atas (Ispa) dan hipertensi. Lingkungan yang kurang bersih, minimnya air bersih, dan tidak tersedianya fasilitas MCK, dan dan kabar hoaks menjadi penyebabnya.

Kepala Dinas Kesehatan kota Ambon Wendy Pelupessy mengatakan data ini berasal dari hasil pemeriksaan petugas kesehatan kepada para korban.

"Paling banyak keluhan warga baik anak-anak maupun orang dewasa terserang ispa dan hipertensi," katanya di Ambon, Sabtu (28/9/2019).

Wendy mengatakan penyebab para pengungsi diserang penyakit ISPA karena lingkungan yang kurang bersih, minimnya air bersih, dan tidak tersedianya fasilitas MCK (mandi, cuci, kakus) yang memadai di lokasi pengungsian.

BACA JUGA: Update Gempa Ambon M 6,8: Ribuan Orang Terpaksa Mengungsi

Sedangkan penyakit hipertensi banyak dikeluhkan, karena warga terganggu informasi hoaks akan terjadinya tsunami.

Saat ini, terdapat 45 posko kesehatan yang siaga di lima kecamatan ditambah layanan keliling. Di posko kesehatan, para pengungsi bisa memeriksakan tekanan darah maupun mendapatkan obat.

"Stok obat tersedia di posko maupun layanan keliling, jadi masyarakat bisa memeriksakan kesehatannya," katanya.

BACA JUGA: Kepala BNPB Kunjungi Korban Gempa Ambon, Pastikan Penanganan Darurat Berjalan Baik

Posko akan terus disiagakan hingga kondisi benar-benar aman, artinya para pengungsi kembali ke rumah.

"Kita menunggu arahan ketua posko bencana jika kondisi aman dan masyarakat sudah kembali ke rumah, pelayanan dapat dilanjutkan di puskemas terdekat," kata Wendy.

Sebelumnya, gempa mengguncang Ambon Provinsi Maluku, Kamis (26/9/2019) pukul 06.46 WIB atau 08.46 WIT. Pusat gempa berada di darat, berjarak 24 kilometer (km) dari arah Timur Laut, Ambon. Kedalaman gempa mencapai 10 km.

Menurut data BNPB, hingga Sabtu (28/9/2019) jumlah korban tewas mencapai 20 orang. Selain itu 152 orang luka-luka dan 25.000 orang terpaksa mengungsi.


Editor : Umaya Khusniah