Kronologi Penjudi Sabung Ayam di Maluku Utara Tikam Polisi hingga Tewas, 2 Pelaku Ditangkap

Antara ยท Senin, 25 November 2019 - 14:45 WIB
Kronologi Penjudi Sabung Ayam di Maluku Utara Tikam Polisi hingga Tewas, 2 Pelaku Ditangkap

Polisi memasang garis pembatas atau police line. (Foto: Dok iNews).

TERNATE, iNews.id - Polisi menangkap seorang penjudi sabung ayam yang diduga telah menikam empat orang polisi di Desa Nggele, Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara. Akibat aksi serangan pelaku, seorang anggota polisi dan dua warga tewas, serta seorang mengalami luka berat.

Anggota polisi yang tewas yakni, Bripka La Ode Syaifuddin, anggota Polsek Taliabu Barat. Dua warga lainnya, Saharuddin, dan Samiruddin. Kemudian seorang lagi, Damalia mengalami luka berat.

"Polisi sudah melakukan olah TKP dan memeriksa 10 orang saksi, baik dari anggota polisi maupun masyarakat sekitar," kata Kabid Humas Polda Maluku Utara, AKBP Adip Rojikan, di Kota Ternate, Senin (25/11/2019).

Pelaku penikaman, kata dia, sudah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka, yakni La Darno dan seorang rekannya La Bomba yang sebelumnya memicu kericuhan saat berlangsung judi sabung ayam.

Kronologinya, kata dia, berawal saat kedua tersangka La Bomba dan La Darno berselisih pendapat tentang posisi judi draw (imbang) atau lanjut pada Jumat (22/11/2019) di kebun percontohan Desa Nggele, pukul 16.30 WIT.

Ketika itu, La Bomba melemparkan ayamnya yang masih bertaji dan mengenai La Darno, sehingga La Darno mengalami luka namun tidak bereaksi. La Bomba yang emosi mencabut badiknya dan mengancam La Darno untuk terus melanjutkan permainan.

"Sewaktu itu ada anggota Polsek Taliabu Barat, La Ode Syaifuddin yang melintas, lalu berniat untuk melerai dan melepaskan tembakan ke udara," ujar dia.

La Bomba melarikan diri dan suasana arena yang ketika itu ada sekitar 100 orang menjadi ricuh. La Darno kembali ke rumah untuk ambil parang dan kembali ke arena judi, dan terjadilah insiden penikaman itu.

Kabid Humas mengatakan, Kapolres Kepulauan Sula AKBP Muh Irvan saat ini sedang berada di lokasi, jenazah yang meninggal dunia sudah dimakamkan, sedangkan korban luka berat dirujuk ke RS Baubau, Sulawesi Tenggara.

"Dua orang sebagai pelaku dengan persangkaan Pasal 338 KUHP dan atau Pasal 351 ayat (3) jo Pasal 64 KUHP dan UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951," kata dia.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal